Vietnam Tahan Penerbitan Obligasi Dolar, Fokus Kumpulkan Minat Investor Asing

Sabtu, 19 September 2026 | 13:07:00 WIB
Vietnam Tahan Penerbitan Obligasi Dolar, Fokus Kumpulkan Minat Investor Asing

GLOBALINVESTOR.ID — Kementerian Keuangan Vietnam memastikan belum ada keputusan soal penerbitan obligasi negara dalam mata uang dolar di pasar luar negeri. Rangkaian pertemuan dengan investor asing yang disiapkan pemerintah hanya agenda tahunan untuk menjajaki minat pasar, bukan penawaran surat utang dalam waktu dekat. Vietnam terakhir menerbitkan obligasi dolar pada 2014 dan kini masih menimbang biaya pinjaman di tengah kenaikan imbal hasil global.

Kementerian Keuangan Vietnam menegaskan pertemuan dengan investor asing yang tengah disiapkan bukan bagian dari rencana penerbitan obligasi. Kegiatan itu disebut sebagai program interaksi tahunan yang rutin digelar otoritas pengelola utang.

"Acara ini memberikan kesempatan bagi otoritas pengelola utang untuk mengumpulkan masukan pasar dan menilai tingkat minat investor terhadap obligasi pemerintah Vietnam," kata kementerian dalam pernyataannya, Jumat (18/9) malam, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu muncul setelah kementerian sebelumnya disebut sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi dalam mata uang dolar di pasar luar negeri. Pertimbangan itu mencuat usai pertemuan dengan sejumlah bank investasi.

Pasar Menanti Sinyal Penerbitan Obligasi Dolar

Vietnam terakhir kali menerbitkan obligasi dolar pada 2014. Sejak itu, negara tersebut belum kembali masuk ke pasar utang internasional meski kebutuhan pembiayaan terus berjalan.

Kementerian menegaskan belum ada keputusan akhir soal penjualan obligasi. Pemerintah masih mengevaluasi biaya pinjaman di tengah tren kenaikan imbal hasil global yang membuat ongkos penerbitan berpotensi lebih mahal.

"Ini adalah program interaksi investor tahunan dan tidak melibatkan penawaran atau penerbitan obligasi dalam waktu dekat," ujar kementerian.

Rincian Nilai dan Tenor Belum Diputuskan

Sejumlah parameter penerbitan obligasi masih menggantung. Kementerian menyatakan besaran nilai, tenor, hingga waktu penerbitan akan diputuskan pemerintah pada saat yang tepat.

"Rincian spesifik, seperti besaran nilai, tenor, atau waktu penerbitan, akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh pemerintah pada saat yang tepat," kata kementerian.

Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar belum bisa menghitung potensi yield yang akan ditawarkan Vietnam. Sebagai pembanding, penerbit obligasi negara di kawasan umumnya menetapkan kupon dengan premi di atas surat utang Amerika Serikat.

Kejar Peringkat Investasi Sebelum Akhir Dekade

Selain menjajaki minat investor, Vietnam berencana bertemu lembaga pemeringkat kredit internasional. Langkah itu bagian dari upaya meraih peringkat kredit negara atau sovereign credit rating layak investasi pada akhir dekade ini.

Peringkat investment grade menjadi kunci bagi Vietnam untuk menekan biaya pinjaman. Selama ini status tersebut belum diraih, sehingga yield obligasi yang harus dibayar lebih tinggi dibanding negara tetangga seperti Thailand atau Malaysia.

Bagi investor obligasi, sinyal dari Kementerian Keuangan Vietnam patut dicermati. Penerbitan obligasi dolar perdana setelah lebih dari satu dekade akan membuka alternatif instrumen utang negara berkembang di portofolio mereka, meski timing-nya masih belum jelas.

Terkini