Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp 331,4 Triliun hingga Agustus 2026

Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp 331,4 Triliun hingga Agustus 2026

GLOBALINVESTOR.ID — Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan pembayaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp 331,4 triliun per 31 Agustus 2026, setara 74,2% dari target APBN dan naik 52,1% dibanding periode sama tahun lalu. Angka ini mencakup subsidi Rp 177,1 triliun dan kompensasi Rp 154,4 triliun yang disalurkan bulanan ke PLN dan Pertamina. Konsumsi BBM, LPG 3 kg, listrik bersubsidi, hingga pupuk tercatat meningkat, menandakan program subsidi masih jadi penopang daya beli masyarakat.

Secara tahunan, realisasi ini melonjak 52,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga Agustus 2025, pembayaran subsidi dan kompensasi baru menyentuh Rp 218 triliun.

Suahasil menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers APBNKita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).

Rincian Subsidi dan Kompensasi

Dari total Rp 331,4 triliun, sebanyak Rp 177,1 triliun merupakan belanja subsidi. Sisanya, Rp 154,4 triliun, merupakan pembayaran kompensasi.

Pemerintah kini menyalurkan dana tersebut setiap bulan kepada PLN dan Pertamina. Skema bulanan ini berbeda dari pola sebelumnya yang tidak dijelaskan dalam paparan.

"Realisasi subsidi dan kompensasi sudah kita bayarkan Rp 331,4 triliun dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan dan pembayaran subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina," ujar Suahasil.

Mengapa Pembayaran Naik Rp 100 Triliun

Suahasil menyebut kenaikan ini sebagai upaya menjaga likuiditas Pertamina dan PLN. Dengan keuangan yang lebih leluasa, kedua perusahaan diharapkan tetap menyediakan produk subsidi di pasaran.

Selisih pembayaran tahun ini dibanding tahun lalu mencapai lebih dari Rp 100 triliun. "Tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN dan Pertamina itu Rp 218 triliun. Tahun ini sampai dengan Agustus yang sudah dibayarkan itu Rp 331 triliun, Rp 100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," bebernya.

Konsumsi BBM, LPG, dan Listrik Subsidi Meningkat

Realisasi volume BBM mencapai 11.578 ribu kilo liter, tumbuh 8,8% secara tahunan. Konsumsi LPG 3 kg juga naik 2,6% yoy menjadi 5,04 juta kg.

Pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1% yoy, mencapai 43,3 juta pelanggan. Volume pupuk tercatat naik 23%, sementara jumlah debitur KUR bertambah 5,9%.

"Ekonominya berjalan terus, salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah, memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan dan tahun ini pun kita bayarkan lebih tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi tahun 2025," kata Suahasil.

Apa Artinya bagi Masyarakat

Kenaikan pembayaran subsidi tidak otomatis berarti harga BBM, LPG 3 kg, atau tarif listrik bersubsidi berubah. Pemerintah belum menyampaikan penyesuaian harga dalam paparan ini.

Yang perlu dicermati, volume konsumsi yang naik menunjukkan permintaan terhadap barang bersubsidi masih tinggi. Pembayaran bulanan ke PLN dan Pertamina ditujukan agar pasokan tidak tersendat.

Masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan bantuan atau subsidi dapat mengecek kanal resmi pemerintah. Informasi lengkap mengenai program subsidi dan kompensasi dapat diakses melalui laman Kementerian Keuangan.

Waspadai pihak yang mengaku bisa mengurus penerimaan subsidi dengan imbalan uang. Semua program pemerintah tidak memungut biaya pendaftaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index