Mahasiswa Indonesia-Jepang Ubah Limbah Jaring Ikan Tanimbar Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sabtu, 19 September 2026 | 12:32:00 WIB
Mahasiswa Indonesia-Jepang Ubah Limbah Jaring Ikan Tanimbar Jadi Produk Bernilai Ekonomi

GLOBALINVESTOR.ID — Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo menggulirkan BESTS Program 2026 yang mengolah limbah jaring ikan Tanimbar serta sampah plastik bernilai rendah menjadi produk ekonomi. Dua tim mahasiswa lintas negara merancang solusi daur ulang dan bahan bakar alternatif lewat pembelajaran lintas disiplin.

Dekan Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University, Farid Triawan, menyebut program itu memberi mahasiswa pengalaman langsung menyentuh isu keberlanjutan di masyarakat maupun industri. "BESTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk keluar dari ruang kelas dan melihat secara langsung bagaimana isu sustainability hadir dalam kehidupan masyarakat maupun dunia industri," kata Farid dalam keterangannya, Jumat (19/9/2026).

Jaring Ikan Tanimbar Disulap Jadi Bahan Daur Ulang

Tim pertama merancang proyek bertajuk A Circular Economy Business for Fishing-Net Waste in Tanimbar. Proyek ini digarap Chintya Ramadhani, Keyzia Ariola Putri, Stivan Delon Sahertian, Tsukui Shun, dan Mardo Malawau.

Fokusnya mengeksplorasi pemanfaatan kembali limbah jaring ikan melalui proses daur ulang. Hasilnya diarahkan untuk mendukung pengembangan jaring ikan yang lebih ramah lingkungan.

Eco-Fuel Ubah Plastik Bernilai Rendah Jadi Bahan Bakar

Tim kedua mengembangkan inovasi Eco-Fuel lewat proses pirolisis. Gagasan ini digarap Harsen Ramadhan, Luthfi Ahmad, Nona Brillyanti, Koki Nakazaki, dan Hiroki Nozaki.

Limbah plastik bernilai ekonomi rendah diolah menjadi bahan bakar cair alternatif. Sasaran proyek ini menjawab tingginya biaya bahan bakar pertanian sekaligus keterbatasan penyerapan limbah plastik dalam sistem pengelolaan sampah.

Kolaborasi Lintas Negara dan Pelibatan Industri

Kedua proyek dikembangkan melalui Building Entrepreneurial Mindset for Sustainable Technology and Society (BESTS) Program 2026. Program ini hasil kolaborasi Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo, Jepang.

Peserta dituntut mengidentifikasi persoalan lingkungan dan merancang solusi melalui pembelajaran lintas negara serta disiplin ilmu. Program ini juga melibatkan perwakilan industri, termasuk INPEX Masela Ltd.

Pendekatan itu menempatkan mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan nyata sektor usaha. Dari sisi ekonomi sirkular, dua proyek ini menyasar dua aliran limbah berbeda: jaring ikan di wilayah pesisir Tanimbar dan plastik bernilai rendah di sistem pengelolaan sampah.

Peluang dan Tantangan Ekonomi Sirkular

Bagi pelaku usaha, model daur ulang jaring ikan berpotensi menekan kebutuhan bahan baku baru di industri perikanan. Sementara Eco-Fuel menyasar ceruk pasar bahan bakar alternatif untuk sektor pertanian.

Tantangan utamanya ada di skala dan kelayakan ekonomi. Proses pirolisis dan daur ulang jaring butuh pasokan limbah yang konsisten serta biaya operasional yang kompetitif.

Keterlibatan INPEX Masela Ltd sebagai perwakilan industri memberi sinyal bahwa proyek ini tidak berhenti di ruang kelas. Namun belum ada keterangan resmi soal nilai investasi, kapasitas produksi, maupun rencana komersialisasi dari kedua proyek tersebut.

Terkini