Gelombang PHK Teknologi AS Tembus 127.000 Pekerja Sepanjang 2025

Gelombang PHK Teknologi AS Tembus 127.000 Pekerja Sepanjang 2025

GLOBALINVESTOR.ID — Lebih dari 127.000 pekerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja massal sepanjang 2025. Angka itu tercatat dalam pelacak PHK Crunchbase News, dan gelombang pemangkasan karyawan belum berhenti memasuki 2026. Perusahaan rintisan maupun raksasa teknologi yang sudah melantai di bursa sama-sama masuk dalam daftar pemutusan tersebut.

Pelacak ini mencakup perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat atau memiliki kehadiran kuat di sana. Perusahaan rintisan dan perusahaan terbuka yang bergerak di sektor teknologi sama-sama masuk cakupan. Perusahaan asing dengan tim besar di Amerika Serikat, seperti Klarna, turut dicatat meski jumlah pekerja terdampak di negara itu belum jelas.

Bagaimana Angka PHK Dihimpun

Crunchbase memperbarui pelacak ini setidaknya dua kali sepekan. Setiap perusahaan hanya dicatat berdasarkan putaran PHK terbaru yang dilakukannya. Perubahan metode itu membuat angka terkini bisa berbeda dari catatan sebelumnya, karena tujuannya menangkap tren pemangkasan secara lebih cepat dan akurat.

Angka PHK dan jumlah tenaga kerja yang ditampilkan merupakan estimasi terbaik berdasarkan pelaporan yang tersedia. Jika jumlah karyawan suatu perusahaan tidak bisa dikonfirmasi sesuai standar Crunchbase, statusnya ditandai "unclear" atau belum jelas.

Rintisan dan Raksasa Bursa Terdampak Sama

Daftar perusahaan yang memangkas karyawan tidak hanya diisi nama-nama rintisan yang belum menghasilkan laba. Perusahaan teknologi yang sudah melantai di bursa dan punya pendapatan mapan juga melakukan hal serupa. Pemangkasan menyentuh berbagai lini, dari tim rekayasa hingga fungsi pendukung.

Karena pelacak ini mencakup perusahaan dengan kehadiran Amerika Serikat yang signifikan, jumlah pekerja terdampak di negara itu kadang tidak bisa dipastikan. Klarna menjadi contoh perusahaan yang kantor pusatnya di luar Amerika Serikat namun tetap masuk daftar. Crunchbase mencatat dampak PHK pada tenaga kerja Amerika Serikat di perusahaan seperti ini sebagai perkiraan.

Penghitungan yang Terus Diperbarui

Pembaruan berkala membuat pelacak ini lebih mencerminkan kondisi terkini ketimbang akumulasi semua PHK yang pernah terjadi. Itulah sebabnya pengguna bisa melihat angka yang bergeser dari waktu ke waktu. Crunchbase menyebut perubahan itu wajar sebagai konsekuensi dari metode pencatatan putaran terbaru.

Data PHK bersumber dari kombinasi laporan media, pelaporan internal Crunchbase, unggahan media sosial, dan layoffs.fyi. Basis data kolektif itu menghimpun laporan PHK dari karyawan dan publik. Kombinasi sumber dipakai karena tidak semua perusahaan mengumumkan jumlah pemangkasan secara resmi.

Gelombang PHK di sektor teknologi Amerika Serikat berdampak luas karena banyak perusahaan di daftar itu punya operasi global, termasuk di Asia. Perusahaan teknologi Indonesia yang bermitra atau bersaing dengan mereka turut merasakan efek tidak langsungnya, mulai dari pergeseran prioritas produk hingga perubahan permintaan tenaga kerja terampil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index