GLOBALINVESTOR.ID — Soundboks Rider hadir sebagai speaker Bluetooth portabel dengan tekanan suara mencapai 118 dB SPL, setara konser rock. Speaker ini dibanderol USD 600 dan diklaim tahan banting berkat bodi baja serta sertifikasi IP66. Bagi sebagian pengguna, kemampuannya justru dianggap berlebihan.
Soundboks Rider menjadi speaker portabel terbaru dari produsen asal Denmark tersebut. Perangkat ini mengusung desain berbeda dari speaker pesta kebanyakan yang biasanya penuh lampu LED. Tampilannya lebih menyerupai perangkat panggung konser ketimbang aksesori barbekyu.
Kualitas konstruksinya menjadi salah satu daya tarik utama. Panel depan berbahan baja, sudut karet silikon, dan kabinet plastik tebal membuat speaker ini terasa kokoh. Dalam uji jatuh, kekhawatiran justru tertuju pada tangga yang bisa rusak ketimbang speakernya.
Baterai Bisa Diganti dalam Hitungan Detik
Soundboks menyematkan baterai yang dapat dilepas dan diisi ulang lewat USB-C. Pengguna bisa menukar baterai hanya dalam beberapa detik. Pendekatan ini membuat masa pakai speaker berpotensi bertahan bertahun-tahun.
Meski lebih kecil dari speaker Soundboks lain, Rider tetap jauh lebih besar dibanding unit Bluetooth rata-rata. Pegangan tunggal di salah satu sudutnya membuatnya agak canggung dibawa. Idealnya ada dua pegangan di kedua sisi seperti pada Sony ULT Field 7.
Berbeda dari Soundboks Mix dan Soundboks 4, Rider dirancang sebagai speaker mandiri. Tidak ada konektivitas multi-speaker nirkabel SKAA TeamUp, dudukan stand, maupun input tambahan seperti XLR.
Suara Kencang Tanpa Kehilangan Detail
Meski menjadi model terkecil di jajaran Soundboks, output audio Rider terbilang luar biasa. Pada level volume 11, speaker ini menghasilkan suara yang begitu kencang. Di ruang terbuka, penguji bahkan khawatir tetangga akan melayangkan keluhan kebisingan.
Yang menarik, Rider tidak hanya kencang tetapi juga jernih. Di seluruh rentang volume, suara tetap terdengar detail. Bass yang dihasilkan besar namun tidak mendominasi. Karakternya sesuai dengan estetika PA yang kalem dan kuat.
Speaker ini mampu memancarkan hingga 118 dB SPL. Angka tersebut setara dengan konser rock dan sudah masuk ambang menyakitkan bagi telinga. Pertanyaannya, kapan dan di mana pengguna benar-benar membutuhkan volume sebesar itu.
Aplikasi Ringkas, Koneksi Sempat Bermasalah
Aplikasi pendamping Rider tergolong sederhana dan tidak berbelit. Hampir semua fungsi speaker bisa dikendalikan dari jarak jauh, mulai volume, profil suara, mode EQ, hingga mematikan perangkat.
Sayangnya, proses koneksi sempat merepotkan. Perlu beberapa kali pairing, unpairing, dan restart sebelum aplikasi benar-benar terhubung. Setelah pembaruan firmware, pengguna bahkan diminta melupakan perangkat dan memasangkan ulang dari awal.
Masalah konektivitas Bluetooth pada produk baru memang bukan hal langka. Biasanya keluhan seperti ini akan teratasi lewat pembaruan software dalam satu hingga dua bulan. Meski begitu, pengalaman tersebut terasa kurang sepadan dengan harga Rider.
Lebih dari yang Dibutuhkan Sebagian Orang
Dari sisi kekencangan, daya tahan, dan baterai, Rider unggul jauh dibanding kompetitor. Speaker ini bahkan melampaui speaker pesta dan karaoke berukuran lebih besar seperti Sony Tower 5 dan JBL PartyBox Club 120.
Namun sebagai speaker Bluetooth portabel yang berdiri sendiri, posisinya cukup niche. Dengan harga USD 600, perangkat ini dianggap berlebihan untuk banyak orang. Alternatif lebih murah tersedia, misalnya Sony ULT Field 7 seharga USD 500 atau JBL PartyBox Encore Essential 2 seharga USD 330.
Soundboks menyebut Rider sebagai speaker pesta portabel untuk aktivitas spontan dan petualangan luar ruang. Untuk petualangan berskala kecil, kemampuannya jelas berlebihan. Namun jika acaranya melibatkan banyak orang, Rider baru menunjukkan nilai sesungguhnya.