Valve Tegaskan Rencana Steam Deck 2 Tak Berubah di Tengah Krisis RAM

Kamis, 17 September 2026 | 18:00:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — Valve memastikan pengembangan Steam Deck 2 tetap berjalan sesuai rencana meski krisis RAM global menekan biaya komponen. Perangkat genggam generasi penerus itu dijanjikan menghadirkan lompatan performa yang jelas, bukan sekadar peningkatan kecil. Namun bayang-bayang kenaikan harga masih membayangi target keterjangkauan yang jadi fondasi Steam Deck pertama.

Pengembang perangkat lunak Valve, Pierre-Loup Griffais, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengubah pendekatan terhadap penerus Steam Deck. Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara dengan jurnalis IGN, Jacqueline Thomas, mengenai dampak kelangkaan perangkat keras terhadap rencana produk perusahaan.

Ketika ditanya apakah krisis komponen yang sudah memengaruhi harga Steam Machine dan headset VR Steam Frame turut mengubah cara Valve memikirkan penerus Steam Deck, Griffais menjawab singkat: "Tidak juga."

Target Performa yang Harus Terlihat Nyata

Valve menegaskan bahwa penerus Steam Deck nanti harus punya peningkatan performa yang benar-benar terasa. Bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan lompatan yang bisa dirasakan langsung oleh pemain.

"Kami ingin memastikan ada peningkatan performa yang sangat jelas untuk sesuatu seperti Steam Deck di masa depan," ujar Griffais.

Pendekatan itu sejalan dengan filosofi Steam Deck generasi pertama. Perangkat berbasis Linux ini sukses membawa PC genggam ke pasar arus utama berkat harga terjangkau dan ekosistem Steam yang matang.

Tekanan Biaya di Tengah Krisis Komponen

Masalahnya, lanskap pasar sudah jauh berubah. Steam Deck pertama menyasar rentang harga USD 399 hingga USD 649. Kini, pesaing berbasis Windows seperti ASUS ROG Ally X dibanderol mulai USD 999,99, sementara MSI Claw 8 EX AI+ mendekati USD 1.800.

Selisih harga itu menunjukkan bahwa performa tinggi di segmen handheld PC kini berbanding lurus dengan biaya produksi yang membengkak. Valve berada di posisi sulit: harus mengamankan prosesor custom dan komponen pendukung untuk produksi massal, tanpa membuat harganya melonjak hingga kehilangan daya tarik pasar utama.

Tekanan ini bukan tanpa preseden. Steam Frame VR baru saja diluncurkan dengan harga USD 1.059, lebih tinggi dari rencana awal perusahaan. Kondisi serupa juga dialami Steam Machine, yang disebut sebagai produk rekayasa premium namun hadir di tengah timing ekonomi makro yang buruk.

Steam Deck Generasi Pertama Mulai Menua

Steam Deck yang beredar saat ini masih mampu menjalankan banyak game PC dengan cukup baik. Namun usia chipset custom Zen 2/RDNA 2 mulai terasa, terutama untuk game AAA yang dirilis beberapa tahun terakhir.

Bagi pengguna yang menuntut performa lebih, sejumlah handheld Windows memang menawarkan tenaga lebih besar. Tapi semuanya datang dengan harga yang jauh di atas target awal Steam Deck.

Valve belum memberi tenggat waktu kapan Steam Deck 2 akan diumumkan. Masuk akal jika kabar konkret soal perangkat ini baru muncul beberapa tahun lagi, mengingat kompleksitas rantai pasok dan tekanan biaya yang masih berlangsung.

Terkini