GLOBALINVESTOR.ID — Lebih dari 11.000 wisatawan mancanegara diproyeksikan datang ke Jakarta untuk konser YE Live In Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Dalam 24 jam pertama penjualan tiket, 52,8 persen pembelian tercatat berasal dari penggemar di 73 negara, dengan Amerika Serikat, Eropa, Hong Kong, Jepang, dan Inggris sebagai kontributor terbesar.
Promotor Raw Vision Collective memastikan konser musisi yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West itu jadi penampilan perdana YE di Indonesia. Jakarta juga tercatat sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam rangkaian tur YE 2026.
Data awal penjualan tiket memperlihatkan Jakarta menjadi satu-satunya kota di kawasan yang mampu menarik penonton dari tujuh pasar sekaligus dalam satu malam: Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Australia.
Dorongan buat Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menilai posisi Jakarta dalam tur ini sebagai momentum menunjukkan kesiapan Indonesia di peta live entertainment global.
"Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang menjadi bagian dari tur YE tahun ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap berada di peta global live entertainment," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).
Menurut Karen, musik bisa jadi alasan wisatawan datang ke Jakarta lalu melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Kehadiran mereka disebut turut menggerakkan sektor lokal dan membuka kesempatan bagi talenta serta tenaga profesional Indonesia terlibat di produksi berskala internasional.
4.600 Tenaga Kerja Lokal Dipekerjakan
Dari sisi ekosistem industri, sekitar 4.600 tenaga kerja diproyeksikan terlibat dalam penyelenggaraan konser. Fungsi yang dibutuhkan mencakup produksi panggung, keamanan, F&B, logistik, ticketing, hingga pemasaran.
Mereka akan berkolaborasi langsung dengan tim global penyelenggara tur. Skema ini membuka akses bagi tenaga profesional lokal untuk bekerja dengan standar teknis internasional tanpa harus ke luar negeri.
Panggung 360 Derajat dan Standar Keselamatan
Konser ini akan menghadirkan Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang dirancang memberi pengalaman berbeda bagi penonton dari berbagai area stadion.
"Festival maupun seated categories akan memiliki perspektif dan energi masing-masing. Jadi, ini bukan hanya tentang menonton YE tampil di Jakarta, tetapi tentang merasakan sebuah pengalaman konser berskala global di GBK," kata Karen.
Dewi Gontha dari Raw Vision Collective menyebut konser ini disiapkan sebagai produksi stadion berskala internasional yang butuh perencanaan detail dan koordinasi kuat. Standar teknis dan keselamatan tinggi jadi bagian penting dari persiapan.
"Setiap elemen produksi, mulai dari panggung, rigging, audio, lighting, visual, hingga alur kerja teknis di lapangan, disiapkan agar berjalan sebagai satu sistem yang aman, rapi, dan profesional," imbuhnya.
Antisipasi Kerumunan dan Mobilitas Penonton
Keamanan dan kenyamanan penonton jadi prioritas utama. Persiapan mencakup pengaturan akses masuk dan keluar, pengelolaan kerumunan, hingga koordinasi dengan pihak venue dan aparat keamanan setempat.
Jalur medis dan pengaturan mobilitas penonton menuju serta dari kawasan GBK juga disiapkan. Koordinasi ini melibatkan pengelola venue dan pihak keamanan.
"Raw Vision Collective bersama para mitra berpengalaman ingin memastikan konser ini tidak hanya spektakuler dari sisi produksi, tetapi juga aman, tertib, lancar, dan membanggakan bagi Jakarta dan Indonesia," ucap Dewi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan konser ini. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting mengingat skala kerumunan yang harus dikelola di kawasan Senayan.
Bagi pelaku usaha di sekitar GBK—hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM—gelombang wisatawan ini berpotensi mendorong belanja lokal selama periode konser. Dampak ekonominya bergantung pada lama tinggal dan pola pengeluaran penonton mancanegara.