JAKARTA - Lima tahun awal pertumbuhan anak kerap dianggap sebagai periode emas atau golden period. Dalam kurun waktu ini, pertumbuhan otak anak berjalan dengan amat cepat, sehingga segala bentuk pengalaman, rangsangan, serta interaksi yang diperoleh akan menyusun dasar bagi kapasitas belajar, tingkah laku, hingga kondisi kesehatan mental anak di masa depan.
Oleh sebab itu, edukasi untuk anak usia dini tidak hanya terbatas sebagai sarana bagi anak untuk belajar memahami huruf serta angka. Lebih dari hal tersebut, konsentrasi pembelajaran di usia ini andil dalam memaksimalkan seluruh lini pertumbuhan anak lewat metode yang komprehensif atau holistik.
Pendiri ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati mengungkapkan bahwa program edukasi mestinya membuka peluang bagi anak untuk giat bergerak lewat macam-macam kegiatan motorik, layaknya senam ataupun permainan yang mengasah keselarasan tubuh.
"Kemampuan motorik menjadi dasar bagi perkembangan anak secara keseluruhan karena membantu mereka membangun keseimbangan, koordinasi, serta kesiapan mengikuti berbagai aktivitas belajar," ujarnya di sela acara konferensi pers penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dengan Miriam College, Filipina, di Jakarta (6/7/2026).
Sejumlah contoh aktivitas guna merangsang kompetensi motorik anak di antaranya ialah gerak dan lagu guna mengasah keselarasan fisik serta fleksibilitas, berlari, melompat, sampai menendang bola guna mengasah keselarasan mata dan tangan maupun kaki.
Mengenai peningkatan kompetensi pendidik, Neeltje menyatakan bahwa edukasi anak usia dini yang bermutu diawali dari pendidik yang bermutu pula.
"Berpegang pada keyakinan ini, ISMILE Family of Schools terus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan profesional guru melalui kolaborasi internasional dengan Miriam College, Filipina," katanya.
Hubungan yang baik antara pendidik dan anak ikut membantu menyusun kepercayaan diri, kompetensi dalam berinteraksi, serta keahlian bernalar yang bakal menjadi modal anak pada tingkatan edukasi selanjutnya.
Lewat kemitraan ini, ISMILE Family of Schools bakal mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia, yang bakal menyajikan program sertifikasi secara bertahap dengan arah menuju kualifikasi diploma serta pascasarjana, bekerja sama dengan Miriam College.
“Kerja sama ini lebih dari sekadar kolaborasi antar-institusi. Ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kami berikan untuk anak-anak," kata Neeltje.
Miriam College sendiri ialah salah satu instansi pendidikan ternama di Filipina yang memperingati 100 tahun kiprahnya pada tahun 2026.
Program Teacher Education milik Miriam College pun telah ditetapkan sebagai Center of Excellence oleh Philippine Commission on Higher Education (CHED) atas prestasinya dalam ranah pengajaran, studi ilmiah, pengabdian, serta kepemimpinan.
Di sisi lain, program Bachelor of Early Childhood Education Miriam College juga sudah mendapatkan akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU), yang merupakan derajat akreditasi paling tinggi yang dikeluarkan oleh badan tersebut.