Saham RANS Listing Besok di BEI dengan Harga Rp170 Per Saham

Saham RANS Listing Besok di BEI dengan Harga Rp170 Per Saham
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). (Foto: NET)

JAKARTA — Perusahaan hiburan milik pesohor Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), bersiap untuk mencatatkan saham perdana mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat (10/7/2026). 

RANS menetapkan harga Penawaran Umum Perdana (IPO) pada angka tertinggi dari rentang yang ditawarkan sebelumnya, yakni sebesar Rp170 per lembar saham. 

Melalui langkah strategis ini, perseroan berpeluang mengantongi dana segar maksimal Rp429,25 miliar setelah melepas sebanyak 2,52 miliar lembar saham baru kepada publik.

Selama masa penawaran awal (book building), saham RANS sebenarnya sempat ditawarkan pada rentang harga Rp135 hingga Rp170 per saham. 

Hingga akhirnya manajemen memutuskan menggunakan harga batas atas untuk masa penawaran umum yang telah berlangsung dari tanggal 2 sampai 8 Juli 2026. 

Dalam pelaksanaan aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek sekaligus administrator penawaran.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa seluruh dana yang didapat dari IPO, setelah dipotong biaya emisi, akan digunakan untuk mendanai enam keperluan utama. 

Rinciannya meliputi pelunasan lebih awal seluruh pokok utang kepada Bank BNI senilai Rp29,95 miliar, alokasi belanja modal proyek Cipungland sebesar Rp80 miliar, dan modal kerja penyelenggaraan konser di berbagai wilayah Indonesia sebesar Rp161,45 miliar. 

Selanjutnya, Rp35 miliar disiapkan untuk pendirian entitas baru di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) bersama mitra strategis, Rp85 miliar untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), serta sisanya akan disalurkan sebagai modal tambahan bagi anak perusahaan.

RANS sendiri beroperasi di sektor consumer cyclicals, secara spesifik pada subsektor hiburan dan produksi film. Bisnis utama perusahaan meliputi media, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property/IP), pelaksanaan acara, hingga investasi melalui perusahaan induk.

 Berdiri sejak awal dengan nama PT RNR Film Internasional sebelum bertransformasi menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia pada Juli 2021, perusahaan yang berkantor pusat di BSD City, Tangerang Selatan ini telah aktif beroperasi secara komersial sejak tahun 2018. 

Manajemen menerapkan model bisnis yang memadukan manajemen IP dengan jaringan distribusi audiens yang saling terintegrasi demi menciptakan ekosistem yang solid.

Melihat fenomena maraknya korporasi yang melantai di bursa, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memberikan pandangannya. 

Menurutnya, tingginya minat IPO terjadi di tengah kondisi suku bunga acuan yang masih tinggi, yang mana hal itu mendongkrak biaya dana perbankan serta membuat bunga kredit modal kerja maupun investasi menjadi semakin mahal bagi pelaku usaha.

"Pendanaan lewat IPO di sisa akhir tahun ini sangat menarik dari sisi kebutuhan emiten, tetapi proses eksekusinya akan menuntut kompromi besar pada penentuan harga perdana agar bisa memikat likuiditas investor yang sedang selektif," ujar Nafan.

Ia pun menyarankan para investor untuk tetap berhati-hati dan meneliti rekam jejak aspek fundamental sebelum membeli saham baru, mulai dari nilai valuasi, tingkat profitabilitas, profil dari pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), rencana penggunaan dana IPO, hingga potensi risiko likuiditas setelah saham resmi diperdagangkan di pasar sekunder.

Secara fundamental, Nafan menilai RANS memiliki keunggulan kompetitif yang membedakannya dari emiten baru lainnya di tahun ini, terutama karena didukung oleh tingkat popularitas merek (brand awareness) yang sangat kuat di masyarakat serta mencatatkan tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) paling tinggi di angka 13,2%.

"Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) RANS terendah di antara calon emiten IPO, yakni sebesar 0,35 kali," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index