Gubernur Jatim Pacu Investasi Berkelanjutan dan Kawasan Industri

Gubernur Jatim Pacu Investasi Berkelanjutan dan Kawasan Industri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NET)

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa percepatan arus modal masuk ke Jawa Timur wajib berjalan beriringan dengan pemantapan ketahanan pangan, peningkatan daya saing wilayah, serta kemakmuran warga demi memicu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam agenda High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (25/6/2026).

Menurut Khofifah, langkah strategis ini wajib disokong oleh percepatan penuntasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), serta Lahan Sawah Dilindungi (LSD). 

Selain itu, diperlukan juga harmonisasi tata ruang, penataan kawasan industri, penguatan Investment Project Ready to Offer (IPRO), hingga penyelesaian berbagai kendala penanaman modal.

“Penting percepatan penyelesaian LP2B, LBS, dan LSD, sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan IPRO, serta percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip Jumat (26/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan bahwa investasi bertindak sebagai roda penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. 

Investasi sekaligus menjadi fundamen vital dalam membuka lapangan pekerjaan, mendongkrak produktivitas, serta menyejahterakan masyarakat.

Ibrahim menambahkan, di tengah situasi global yang kian dinamis dan penuh ketidakpastian, kerja sama antarinstansi menjadi kunci utama untuk merawat iklim investasi yang kondusif. 

Langkah ini terbukti mampu menyokong capaian ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I/2026 berhasil tumbuh sebesar 5,96% secara tahunan (year on year/yoy) dengan angka inflasi yang tetap terjaga.

Ibrahim menilai pertemuan ini menjadi wadah koordinasi yang strategis guna memperkukuh kolaborasi dalam memacu investasi bermutu, mempercepat pemulihan ekonomi daerah, sekaligus menaikkan taraf hidup masyarakat.

"Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri. Jawa Timur memiliki modal tersebut. Tantangan kami ke depan adalah menghadirkan investasi yang semakin berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ibrahim.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menjelaskan bahwa penyatuan Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD merupakan terobosan strategis untuk mempererat koordinasi lintas sektor. 

Upaya ini ditujukan dalam menggodok proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO), memacu pembangunan kawasan industri, serta mendongkrak daya saing investasi di Jawa Timur.

Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran mengimbuhkan bahwa perluasan akses modal melalui sektor jasa keuangan menjadi elemen krusial untuk menyokong investasi, memajukan sektor UMKM, serta memperluas inklusi keuangan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M. Nashrul Wajdi menyebutkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendatang akan membuahkan basis data ekonomi yang jauh lebih menyeluruh. 

Data ini nantinya digunakan sebagai pijakan utama untuk memetakan potensi investasi, pendanaan, serta arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index