GLOBALINVESTOR.ID — Toyota memastikan Hilux versi sel bahan bakar hidrogen (FCEV) masuk lini produksi pada 2028 dengan target jarak tempuh 399 km berdasarkan standar WLTP. Model ini diperkenalkan di pameran IAA Transportation 2026 Hannover, Jerman, dan awalnya menyasar pelanggan komersial Eropa, bukan konsumen ritel. Pilihannya menambah opsi powertrain di jajaran Hilux, tanpa menggantikan versi diesel, bensin, maupun BEV.
Toyota Hilux FCEV bukan pengganti varian yang sudah ada. Pabrikan menegaskan model ini bakal jadi opsi powertrain tambahan dalam jajaran Hilux, berdampingan dengan diesel, bensin, dan listrik berbasis baterai.
Pengumuman resminya berlangsung di ajang IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman. Tahap awal, Toyota mengarahkan Hilux FCEV ke pelanggan komersial Eropa — termasuk klien korporat dan penyedia layanan penyewaan kendaraan.
Jarak Tempuh 399 km dan Isi Ulang 3-5 Menit
Angka jualan utama model ini ada di kombinasi jarak tempuh dan waktu pengisian. Toyota menargetkan 399 km berdasarkan standar WLTP, dengan pengisian ulang hidrogen sekitar tiga hingga lima menit di stasiun pengisian standar.
Kapasitas penarikan beban alias towing ditargetkan mencapai 2.500 kg. Angka itu menempatkan Hilux FCEV di wilayah kerja yang mirip pickup komersial pada umumnya, meski tenaganya datang dari motor listrik.
Adopsi Teknologi Toyota Mirai
Sistem powertrain Hilux FCEV banyak mengadopsi teknologi dari Toyota Mirai. Cara kerjanya berbeda dari mesin pembakaran hidrogen: sel bahan bakar menghasilkan listrik lewat reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen.
Listrik itu kemudian menggerakkan motor listrik. Satu-satunya zat yang keluar dari knalpot kendaraan adalah air, bukan gas buang hasil pembakaran.
Dari sisi platform, Hilux FCEV dikembangkan menggunakan basis Hilux generasi kesembilan. Artinya, dimensi dan sasis dasarnya masih berbagi DNA dengan Hilux yang sudah dikenal di pasar global.
Yang Perlu Diperhatikan
- Jarak tempuh 399 km masih di bawah banyak pickup diesel untuk pemakaian jarak jauh
- Infrastruktur stasiun hidrogen di Eropa maupun Indonesia masih sangat terbatas
- Target pasar awal hanya pelanggan komersial Eropa, belum ada info ketersediaan untuk pasar lain
- Harga belum diumumkan, dan teknologi FCEV umumnya berbiaya produksi tinggi
Soal harga, Toyota belum membuka angka apa pun. Teknologi sel bahan bakar hidrogen selama ini dikenal mahal, dan itu biasanya tercermin di harga jual ke pelanggan.
Untuk pasar Indonesia, belum ada sinyal kapan atau apakah Hilux FCEV akan masuk. Jaringan stasiun pengisian hidrogen di dalam negeri praktis belum ada, sehingga kehadirannya dalam waktu dekat masih jauh dari realistis.
Yang jelas, Toyota memposisikan Hilux FCEV sebagai langkah strategis di segmen kendaraan niaga tanpa emisi. Bukan produk massal untuk konsumen biasa, setidaknya untuk sekarang.