Sering Menahan BAB? Ini yang Terjadi pada Usus

Sabtu, 19 September 2026 | 07:22:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — Menahan buang air besar sesekali mungkin terasa sepele, apalagi saat sedang sibuk atau terjebak macet. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu sembelit hingga gangguan sensitivitas rektum jika dilakukan terus-menerus. Simak penjelasan ahli soal dampaknya pada pencernaan.

Rasa ingin buang air besar (BAB) adalah sinyal alami tubuh bahwa feses sudah mencapai rektum dan siap dikeluarkan. Ketika sinyal itu datang, sebaiknya jangan ditunda terlalu lama. Menahan BAB sesekali memang tidak berbahaya, tetapi kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah pencernaan jika sering dilakukan.

Apa yang Terjadi Saat Feses Ditahan?

Ketika BAB ditahan, feses akan tinggal lebih lama di usus besar. Usus kemudian terus menyerap air dari feses sehingga teksturnya mengeras dan mengering.

Feses yang keras lebih sulit dikeluarkan. Kondisi ini memicu sembelit dan membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB.

Jika kebiasaan menahan BAB berlanjut, penumpukan feses bisa membuat rektum meregang. Sensitivitas rektum terhadap keberadaan feses pun berkurang.

Akibatnya, dorongan untuk BAB tidak lagi terasa seperti sebelumnya. Pada kasus tertentu, hilangnya sensasi ini bisa menyebabkan kebocoran feses atau inkontinensia fekal.

Dampak Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai

Sembelit jadi dampak paling umum dari kebiasaan menahan BAB. Selain membuat BAB sulit, kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Penumpukan feses yang makin parah dapat menyebabkan fecal impaction. Ini kondisi ketika massa feses yang keras dan kering tersangkut di usus besar atau rektum.

Komplikasi serius memang jarang terjadi. Namun, sembelit yang sangat parah bisa menimbulkan masalah serius pada saluran pencernaan. Karena itu, kebiasaan menahan BAB sebaiknya tidak dianggap sepele.

Berapa Lama BAB Boleh Ditahan?

Tidak ada patokan waktu pasti yang berlaku untuk semua orang. Frekuensi BAB setiap individu berbeda, ada yang beberapa kali sehari, ada juga yang hanya beberapa kali dalam seminggu.

Meski begitu, jangan mengabaikan rasa ingin BAB. Kalau sedang tidak bisa ke toilet, menahannya sebentar biasanya tidak masalah. Usahakan segera BAB begitu ada kesempatan.

Kalau kamu sudah sering menahan BAB dan sembelit terjadi berulang, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Apalagi jika mulai kehilangan sensasi ingin BAB atau mengalami perubahan pola BAB yang menetap.

Perhatikan Juga pada Anak

Kebiasaan menahan BAB pada anak juga perlu diawasi. Pengalaman BAB yang menyakitkan bisa membuat anak takut dan kembali menahan feses. Akibatnya, sembelit makin sering kambuh.

BAB adalah proses alami tubuh yang sebaiknya tidak sering ditunda. Mendengarkan sinyal tubuh dan segera ke toilet saat muncul keinginan BAB membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Terkini