IHSG Ditutup Naik 0,40 Persen ke 6.462, BMRI dan DSSA Jadi Penopang

Jumat, 18 September 2026 | 09:03:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,40 persen ke level 6.462,43 pada perdagangan Kamis (17/9). Penguatan indeks ditopang saham perbankan dan infrastruktur, sementara investor asing mencatatkan net buy Rp152,69 miliar di pasar reguler.

Dana asing yang masuk ke seluruh pasar bahkan lebih besar, mencapai Rp160,16 miliar. Sepuluh dari 11 sektor berada di zona hijau, dengan Consumer Cyclical memimpin penguatan 1,63 persen. Sektor Health menjadi satu-satunya yang terkoreksi, turun 0,55 persen.

Saham yang Menggerakkan Indeks

BMRI memimpin penguatan dengan kenaikan 2,11 persen, disusul DSSA yang melonjak 3,23 persen dan DCII tumbuh 1,50 persen. Ketiganya menjadi leading movers yang menopang IHSG sepanjang sesi.

Di kubu sebaliknya, AMMN turun 4,85 persen, TLKM melemah 2,63 persen, dan SRAJ terkoreksi 4,03 persen. Pelemahan saham-saham ini menahan laju indeks agar tidak naik lebih tinggi.

Sentimen dari Wall Street

Bursa Amerika Serikat bergerak positif pada periode yang sama. Dow Jones menguat 0,61 persen ke level 51.778, S&P 500 naik 1,14 persen ke 7.637, dan Nasdaq meningkat 1,69 persen ke 26.418.

Meredanya kekhawatiran soal gangguan pasokan minyak di Arab Saudi turut menekan harga minyak dunia. Di pasar domestik, ETF EIDO naik 0,95 persen dan MSCI Indonesia menguat 0,24 persen.

Aksi Korporasi: INET Akuisisi SGI

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengakuisisi 60 persen saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) dengan nilai transaksi Rp280,40 miliar. Nilai itu setara 7,35 persen dari ekuitas INET yang mencapai Rp3,81 triliun, sehingga transaksi dikategorikan bukan sebagai transaksi material maupun afiliasi.

Akuisisi dilakukan lewat pembelian 180.000 saham baru SGI. Dengan langkah itu, SGI menjadi entitas anak INET dan memperluas cakupan bisnis grup ke bidang engineering, procurement, and construction (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk jaringan serat optik dan kabel listrik.

SGI membawa pengalaman pada sejumlah proyek Palapa Ring wilayah Barat, Timur, dan Tengah. Perusahaan itu juga memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang sebagai basis pendapatan berulang, plus armada kabel laut Pacific Guardian dan Nostag 10.

Ekspansi CLEO dan Buyback MBMA

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menambah kapasitas produksi sepanjang 2026 lewat pengoperasian sejumlah pabrik baru. Pabrik di Palu mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sedangkan fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.

Ekspansi itu memperluas jaringan produksi CLEO yang kini mencapai 33 pabrik air minum di berbagai kota. Pada semester I 2026, penjualan bersih CLEO tumbuh 23,78 persen YoY menjadi Rp1,69 triliun, sementara laba bersih naik 27,04 persen YoY menjadi Rp262,51 miliar.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana buyback sebanyak-banyaknya 1,47 miliar saham. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp1,38 triliun yang sudah mencakup biaya jasa perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

Program buyback berlangsung maksimal tiga bulan, terhitung 17 September hingga 16 Desember 2026. MBMA memperkirakan aksi ini tidak menurunkan pendapatan maupun mengubah biaya pembiayaan perseroan.

Rekomendasi Analis

Mega Capital Sekuritas merilis sejumlah rekomendasi untuk perdagangan hari ini. CUAN direkomendasikan buy di 930-940 dengan target harga 960-980 dan stop loss 885.

INET direkomendasikan buy di 332-336, target 342-348, stop loss 314. DSSA buy di 1105-1115, target 1140-1160, stop loss 1040. VKTR buy di 755-765, target 780-800, stop loss 720. DMAS buy di 193-195, target 198-200, stop loss 185.

Penguatan IHSG ke 6.462,43 menunjukkan pasar masih punya tenaga di tengah arus masuk dana asing. Deretan aksi korporasi dari akuisisi hingga buyback memberi gambaran bahwa emiten aktif menggerakkan strategi jangka panjangnya.

Terkini