Pungli Parkir Rp 10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Gerak Cepat

Jumat, 18 September 2026 | 05:05:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan penertiban kawasan Taman Kalijodo setelah keluhan soal pungutan parkir Rp 10 ribu dan temuan botol miras menyebar di media sosial. Instruksi itu disampaikan langsung pada Kamis (17/9/2026), sehari setelah video kondisi taman ramai dibahas warganet.

Pramono Anung meminta Dinas Pertamanan dan Satpol PP DKI Jakarta bergerak menertibkan Taman Kalijodo, Jakarta Utara. Perintah itu keluar setelah rekaman keluhan pengunjung soal pungutan parkir dan sampah berserakan beredar di Instagram.

Dari unggahan yang dilihat detikcom pada Kamis (17/9/2026), pengunjung mengaku dimintai uang tiket parkir Rp 10 ribu begitu masuk area taman. Karcis berwarna merah disebut menjadi bukti pembayaran yang diterima.

Botol Miras hingga Sampah di Area Skate Park

Keluhan tidak berhenti di pungutan parkir. Di kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, pengunjung menemukan sejumlah botol bekas minuman keras.

Kondisi taman juga disebut kotor karena sampah berserakan, terutama di sekitar area skate park. Temuan itu yang kemudian memicu perhatian publik dan membuat Gubernur turun tangan.

"Saya kebetulan sudah mendapatkan video tentang Kalijodo. Dan sebenarnya kemarin saya sudah minta kepada Dinas Pertamanan, Satpol PP untuk melakukan penertiban," kata Pramono di gedung PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Pungli Rp 10 Ribu Ikut Disorot

Pramono menyebut penertiban mencakup praktik pungutan yang dikeluhkan pengunjung. Ia juga menyinggung soal botol minuman yang ditemukan di lokasi.

"Termasuk pungutan Rp 10 ribu, termasuk beberapa botol minuman yang ditemukan di tempat itu," ujarnya.

Ia memastikan kawasan Kalijodo sudah diminta dibersihkan sejak sehari sebelumnya. Menurut Pramono, jika dicek pada hari itu, kondisi taman seharusnya sudah tertangani.

"Kalau dicek hari ini, pasti sudah bersih karena dari kemarin saya sudah minta untuk dibersihkan," tuturnya.

Renovasi Menyeluruh Disiapkan

Selain penertiban, Pramono meminta Kalijodo direnovasi secara menyeluruh. Ia menilai kawasan itu warisan era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang layak diperbaiki.

"Saya juga sudah minta untuk Kalijodo renovasi secara menyeluruh segera dilakukan karena memang apa pun saya melihat Kalijodo sebagai legacy peninggalan Pak Ahok. Menurut saya, hal yang sangat baik untuk dilakukan perbaikan kembali," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal siapa pihak yang menarik pungutan parkir Rp 10 ribu di kawasan tersebut. Publik menunggu hasil penertiban yang dijanjikan rampung dalam sehari.

Terkini