Influenza di Surabaya Melonjak, Ruang Rawat Anak Sejumlah RS Penuh

Kamis, 17 September 2026 | 06:03:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — Kasus influenza di Surabaya melonjak dalam sepekan terakhir dan membuat instalasi gawat darurat hingga ruang perawatan anak sejumlah rumah sakit penuh. Manajemen RS Husada Utama sampai menambah ruang perawatan karena mayoritas pasien yang datang adalah anak-anak. Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengakui ada tren kenaikan kasus demam, tetapi menilai kondisinya masih wajar.

Lonjakan pasien influenza di Surabaya memaksa sejumlah rumah sakit menambah kapasitas ruang perawatan anak. Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya dr Didi Dewanto membenarkan anomali kesehatan tersebut dan menyebut ruang pediatric ward miliknya sudah terisi penuh, begitu pula IGD.

"[Kasus Influenza] anak-anak, kasusnya memang meningkat ya. Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. [IGD] sama penuh juga," kata Didi kepada awak media, Rabu (16/9).

Didi menduga lonjakan serupa juga dialami fasilitas kesehatan lain di Kota Pahlawan. Menurut dia, satu lantai perawatan berisi 44 tempat tidur sehingga pihaknya harus mengoper pasien ke lantai lain.

Pasien Anak Mendominasi, Dewasa Ikut Membeludak

Keluhan pasien mayoritas mengarah pada influenza, meski Didi belum bisa memastikan varian virus yang memicu lonjakan tersebut. Ia menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virusnya.

"Hampir semua rumah sakit kayaknya ya, mohon coba dicek ya yang lain. Ada satu lantai ada 44, jadi sampai kita oper-oper ke lantai lain. [Mayoritas pasien usia] anak-anak, tapi dewasa juga sama, sana ambruk, sini ambruk," ujarnya.

Didi mengimbau warga kembali memperketat protokol kesehatan. Menurut dia, pencegahan paling efektif dilakukan lewat pola hidup sehat, pemakaian masker, dan vaksinasi influenza.

RS Kemenkes Surabaya Klaim Tak Ada Lonjakan Signifikan

Gambaran berbeda datang dari RS Kemenkes Surabaya. Direktur Utama rumah sakit kelas A itu, dr Martha Siahaan, menyatakan tidak ada lonjakan pasien yang signifikan di tempatnya.

Martha menduga pasien lebih banyak datang ke fasilitas kesehatan kelas di bawahnya atau puskesmas. Meski begitu, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menjalankan kebiasaan hidup bersih.

"Jangan hanya waktu pandemi Covid-19 saja [pola hidup bersih dan sehat dijalankan]," kata Martha.

Dinkes Surabaya Sebut Kenaikan Masih Wajar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengakui ada tren kenaikan kasus demam dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kondisi itu dipicu perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

"Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat," ujar Billy.

Billy menyebut mayoritas pasien saat ini hanya membutuhkan rawat jalan. Pasien yang dirawat inap, kata dia, adalah mereka dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lanjutan seperti gangguan pernapasan berat.

Dinkes Surabaya memastikan terus memantau ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis. Billy meminta warga tidak panik, menyeleksi informasi yang beredar, dan memeriksakan keluhan awal ke puskesmas terdekat.

"Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya," ujarnya.

Terkini