GLOBALINVESTOR.ID — Rumah Mayin memperkuat manufaktur lokal lewat pengembangan 3Pawns, lini akuarium premium yang diproduksi di Tangerang, Banten. Langkah ini menyasar ceruk pasar peralatan akuarium yang tumbuh seiring menjamurnya komunitas ikan hias dan aquascape di Indonesia, sektor yang menurut data KKP bernilai ekonomi sekitar Rp7 triliun pada 2024.
Produksi ikan hias nasional pada 2024 mencapai kisaran 1,5 miliar ekor, dengan nilai ekonomi sekitar Rp7 triliun. Angka itu dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang menilai komoditas ini punya efek pengganda ke usaha pendukung seperti tanaman akuatik, akuarium, dan aksesori.
Marketing Manager Rumah Mayin Alysha Gardiola menyatakan pihaknya melihat perkembangan hobi tersebut tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap ikan, melainkan juga perlengkapan pendukungnya.
"Kami melihat perkembangan hobi ikan hias dan aquascape tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap ikan, tetapi juga terhadap berbagai perlengkapan pendukung. Karena itu, kami mengembangkan 3Pawns sebagai salah satu langkah membangun produk manufaktur dengan standar kualitas internasional," kata Alysha dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Pasar Domestik Masih Bergantung Produk Impor
Rumah Mayin menilai peluang pasar masih terbuka lebar karena keterbatasan akses konsumen domestik terhadap akuarium berkualitas dengan harga kompetitif. Penelusuran data perdagangan Volza mencatat sekitar 150 pengiriman produk terkait akuarium dengan klasifikasi HSN 7020 ke Indonesia pada periode Juni 2024 hingga Mei 2025.
Dari jumlah itu, salah satu pengiriman mencakup 15.000 unit akuarium berukuran 40 sentimeter yang didatangkan dari China. Volume impor sebesar itu menunjukkan permintaan pasar lokal belum sepenuhnya terpenuhi oleh produsen dalam negeri.
Spesifikasi Teknis 3Pawns dan Komponennya
3Pawns dikembangkan sebagai akuarium full set yang mengintegrasikan sejumlah komponen agar lebih praktis dan rapi digunakan. Produk ini memakai kaca optic clear dan aluminium ekstrusi yang antiair serta antikarat.
Untuk perekat, Rumah Mayin menggunakan silicone sealant Wacker 121 asal Jerman. Akuarium ini juga dilengkapi overflow box, sump filter, dan jalur kabel tersembunyi yang memudahkan penataan perangkat pendukung.
Efek Berganda ke Usaha Pendukung
KKP menyebut komoditas ikan hias memiliki efek pengganda terhadap usaha pendukung, termasuk tanaman akuatik, akuarium, dan aksesori. Artinya, pertumbuhan hobi ini membuka rantai nilai yang lebih panjang ketimbang sekadar jual beli ikan.
Bagi pelaku usaha kecil, ceruk ini mencakup penjualan tanaman air, pakan, filter, lampu, hingga jasa perawatan akuarium. Semua lini itu ikut terangkat ketika jumlah penghobi bertambah.
Apa Artinya bagi Pasar Manufaktur Lokal
Langkah Rumah Mayin memproduksi akuarium di Tangerang menjadi uji apakah manufaktur dalam negeri mampu bersaing di segmen premium. Selama ini, produk impor mendominasi pasokan akuarium berukuran kecil hingga menengah.
Jika produksi lokal bisa menekan harga tanpa mengorbankan kualitas, pangsa pasar impor berpotensi tergerus. Sebaliknya, produk premium lokal tetap menghadapi tantangan skala produksi dan efisiensi biaya bahan baku.
Investasi mengandung risiko.