IHSG Sesi I Naik 0,36% ke 6.484, Asing Malah Net Sell Rp430 Miliar

Rabu, 16 September 2026 | 13:35:00 WIB

GLOBALINVESTOR.ID — IHSG ditutup menguat 22,94 poin atau 0,36% ke level 6.484,10 pada sesi I Rabu (16/9/2026), meski investor asing membukukan net sell Rp430,21 miliar di seluruh pasar. Aksi jual asing terpusat di saham perbankan besar, dengan BMRI memimpin dengan pelepasan Rp146,43 miliar. Kondisi ini menunjukkan penguatan indeks lebih ditopang aksi beli domestik ketimbang arus modal asing.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai transaksi asing sepanjang sesi I mencapai Rp3,87 triliun, terdiri dari foreign buy Rp1,72 triliun dan foreign sell Rp2,15 triliun. Pergerakan indeks sendiri cukup dinamis: dibuka di 6.453,91, sempat menyentuh level terendah 6.445,24, lalu berbalik menguat hingga level tertinggi 6.535,46.

Dari sisi breadth pasar, 316 saham menguat, 285 saham melemah, dan 362 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat 136,23 juta lot dengan nilai transaksi Rp6,24 triliun dan frekuensi sekitar 1,03 juta kali.

Perbankan Besar Jadi Sasaran Utama Jual Asing

BMRI menanggung beban jual terbesar dengan net sell Rp146,43 miliar. Tekanan serupa dialami BBCA Rp43,88 miliar, BBRI Rp23,77 miliar, dan BBNI Rp9,75 miliar — mengindikasikan asing mengurangi eksposur di sektor perbankan secara merata.

Di luar perbankan, asing melepas BUMI Rp71,92 miliar, ASII Rp23,65 miliar, CUAN Rp17,48 miliar, ISAT Rp14,73 miliar, DEWA Rp13,15 miliar, dan ADRO Rp12,91 miliar.

Saham Logam dan Mineral Jadi Buruan

Berbeda dengan sektor keuangan, saham berbasis komoditas logam justru diburu asing. BRMS memimpin dengan net buy Rp48,92 miliar, diikuti ANTM Rp48,85 miliar, SINI Rp29,67 miliar, INCO Rp15,44 miliar, dan EMAS Rp9,47 miliar.

Pola ini sejalan dengan penguatan harga minyak dunia. Brent naik hampir 3% ke US$108,75 per barel dan WTI menguat lebih dari 4% ke US$105,83 per barel, mendorong minat terhadap aset terkait komoditas.

  • BRMS: net buy Rp48,92 miliar
  • ANTM: net buy Rp48,85 miliar
  • SINI: net buy Rp29,67 miliar
  • INCO: net buy Rp15,44 miliar
  • EMAS: net buy Rp9,47 miliar
  • TPIA: net buy Rp6,37 miliar
  • ARCI: net buy Rp6,35 miliar
  • IMPC: net buy Rp5,57 miliar
  • MBMA: net buy Rp4,94 miliar
  • BNBR: net buy Rp4,31 miliar

Pasar Menanti Keputusan The Fed

Pelaku pasar masih menantikan keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 92,4%.

Ekspektasi kenaikan bunga AS biasanya menekan mata uang emerging market dan memicu arus keluar modal asing. Kondisi ini menjelaskan mengapa asing cenderung mengurangi posisi di saham likuid seperti perbankan besar, meski indeks secara keseluruhan masih mampu ditutup di zona hijau.

Bagi investor ritel, divergensi antara arah indeks dan arus asing perlu dicermati. Penguatan IHSG yang tidak disertai net buy asing berisiko tidak berlanjut jika sentimen global memburuk pasca keputusan The Fed. Investasi mengandung risiko.

Terkini