Ketua DPD Ajak Kaum Muda Pimpin Gerakan Hijau Global di IGYLS 2026

Ketua DPD Ajak Kaum Muda Pimpin Gerakan Hijau Global di IGYLS 2026
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin. (Foto: NET)

JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin mengimbau generasi muda dari beragam negara untuk memelopori gerakan hijau global dalam menjawab tantangan krisis iklim.

Saat menyampaikan pidato dalam pembukaan International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, Sultan menyampaikan bahwa masa depan bumi tidak bertumpu pada seberapa banyak ide yang tercipta, melainkan pada keberanian kaum muda untuk mengimplementasikan ide tersebut menjadi langkah riil.

"Forum ini bukan sekadar mempertemukan anak muda dari berbagai negara, tetapi menjadi ruang untuk melahirkan kolaborasi, kepemimpinan, dan aksi nyata bagi masa depan bumi," kata Sultan.

Berdasarkan pandangannya, kegiatan tersebut menjadi momen krusial untuk mempererat kerja sama antarbangsa dalam melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, peduli lingkungan, serta berani menetapkan langkah demi keberlanjutan global.

Sultan menggarisbawahi bahwa bumi tengah dilanda krisis iklim yang tidak boleh lagi dinilai sekadar sebagai isu lingkungan, sebab efeknya telah menjalar ke sektor kesehatan, pangan, ekonomi, hingga mutu demokrasi.

Lantaran hal tersebut, dia menegaskan bahwa krisis iklim wajib dijadikan sebagai fondasi moral dalam setiap penyusunan kebijakan publik.

Dia pun menitipkan pesan bahwa kaum muda adalah masa depan bangsa yang kelak tumbuh menjadi sosok pemimpin berintegritas.

"Jangan hanya menjadi generasi yang viral. Jadilah generasi yang bernilai. Bangsa dan dunia tidak dibangun oleh popularitas sesaat, tetapi oleh integritas yang konsisten," pesan Sultan di hadapan pemuda lintas negara itu.

Sultan turut menyerukan kepada seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, parlemen, akademisi, sektor industri, komunitas, hingga kaum muda untuk mengukuhkan sinergi dalam merespons tantangan global.

"Anak muda bukan pewaris masalah, tetapi pemilik solusi. Masa depan tidak dapat diselamatkan oleh satu negara atau satu generasi saja. Kami harus bergerak bersama membangun masa depan yang berkelanjutan," ucapnya.

Ketika diwawancarai setelah agenda pembukaan, Sultan memaparkan bahwa IGYLS diinisiasi atas spirit demokrasi hijau. Konsep tersebut memacu agar kebijakan publik tidak cuma berfokus pada progres ekonomi, melainkan juga pada proteksi lingkungan.

Agenda itu berfungsi sebagai sarana bagi pemuda dari minimal 12 negara untuk bertukar pikiran terkait gerakan lingkungan yang memberikan dampak nyata.

"Kalau dulu kami kenal istilah perubahan iklim, lalu kemudian global warming, kalau hari ini mungkin sudah lebih dari itu, global heating. Itu betul-betul pemanasan yang luar biasa. Kami sebagai negara tropis dengan jumlah hutan yang sangat besar, harusnya kami yang memimpin itu," ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index