Kapan Harga RAM Turun? Produsen Prediksi New Normal hingga 2030

Kapan Harga RAM Turun? Produsen Prediksi New Normal hingga 2030
Ilustrasi - memory Ram PC. (Foto: NET)

JAKARTA – Bagi Anda yang belakangan ini merasa harga laptop atau PC rakitan menjadi lebih mahal dari biasanya, hal tersebut memang benar terjadi. Nilai jual memori (RAM) saat ini tengah melonjak tinggi, dan sayangnya, tren ini diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dalam gelaran ISC 2026 di Jerman, pihak Lenovo mengungkapkan bahwa tingginya harga memori saat ini merupakan "kondisi normal yang baru" (new normal) yang bakal terus berlanjut sampai era 2030-an. 

Proyeksi tersebut diperkuat oleh Microsoft melalui pemaparan sejumlah data yang memperlihatkan bahwa harga perangkat keras berpotensi mengalami kenaikan secara permanen.

Data yang disajikan terhitung sangat jelas. Microsoft secara transparan mengumumkan bahwa biaya komponen penyimpanan dan memori untuk konsol telah melambung lebih dari 2,5 kali lipat. 

Produsen tersebut bahkan memprediksi harga itu akan kembali naik dua kali lipat pada musim gugur tahun 2027. 

Di sisi lain, proyeksi internal Xbox yang dilaporkan oleh Digital Foundry memperlihatkan situasi yang jauh lebih suram, di mana ongkos penyimpanan berpotensi melonjak hingga lima kali lipat dari posisi tahun 2025 pada musim liburan 2027 kelak.

Imbas dari situasi ini sudah berdampak langsung pada harga jual di pasar. Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2026, harga konsol Xbox melonjak cukup drastis.

Perangkat Xbox Series S (512 GB) naik 100 dollar AS menjadi 499,99 dollar AS, varian 1 TB naik 150 dollar AS menjadi 599,99 dollar AS, sementara untuk kedua model Series X merangkak naik 150 dollar AS hingga menyentuh angka 799,99 dollar AS. 

Microsoft pun telah menyetop penjualan Series X edisi 2 TB secara total, sebuah keputusan yang mempertegas betapa mahalnya nilai penyimpanan berkapasitas masif saat ini.

Terdapat sejumlah alasan utama yang mendasari mengapa lonjakan harga ini dinilai tidak akan berlangsung dalam waktu singkat. 

Faktor pertama yaitu infrastruktur kecerdasan buatan (AI), terutama high-bandwidth memory (HBM) atau DRAM premium yang dipasang pada chip akselerator AI, menguras ketersediaan pasokan yang semula dialokasikan untuk kebutuhan PC dan konsol. 

Faktor kedua, para produsen memori seperti Micron saat ini mengetatkan kendali pasokan setelah selama bertahun-tahun margin keuntungan mereka ditekan oleh para produsen perangkat (OEM). 

Chief Business Officer Micron, Sumit Sadana, dilaporkan mengingatkan sejumlah pelanggan bahwa sikap "sangat agresif dalam menekan harga" bukanlah hal yang konstruktif, sebagaimana dikutip dari TrendForce.

Faktor ketiga, kapasitas pabrik (fab) yang baru diproyeksikan baru bisa mulai beroperasi sekitar tahun 2028. Namun, Lenovo menilai kapasitas tersebut tetap belum memadai untuk meredakan siklus harga tinggi yang terjadi. 

Sementara itu, isu terkait SK Hynix yang berencana memindahkan sebagian produksi HBM kembali ke DRAM konvensional dinilai masih spekulatif dan diprediksi hanya akan memberi dampak kecil jika benar-benar terealisasi. Kondisi pelik ini juga memicu aksi saling tuduh di dalam rantai pasokan. 

Apple sempat melayangkan kritik kepada "para pemain memori" atas kenaikan harga produk-produk mereka. 

Di pihak lain, Micron menyanggah tuduhan itu dengan menyatakan bahwa pembelian agresif oleh OEM selama bertahun-tahun justru menyebabkan produsen memori kurang berinvestasi, sehingga saat ini seluruh pihak harus menanggung konsekuensinya.

Melihat situasi pelik ini, menanti momentum penurunan harga tampaknya bukan lagi sebuah strategi yang realistis. Jajaran eksekutif Lenovo dilaporkan menyebut harga tidak akan "pernah" kembali ke level sebelum krisis. 

Meskipun ungkapan tersebut diutarakan sambil diiringi tawa di atas panggung ISC 2026, maksud tersiratnya menunjukkan bahwa kondisi sulit ini akan bertahan setidaknya sampai lebih dari lima tahun ke depan, melansir laporan Wccftech.

Sebagai ilustrasi, paket RAM DDR5 32 GB yang sebelumnya berada di kisaran harga 100 dollar AS sebelum akhir tahun 2025 tidak akan bisa dijumpai lagi dengan harga serendah itu. 

Vendor PC terkemuka seperti Asus memang sempat memberi sinyal bahwa tren kenaikan harga kemungkinan akan melandai pada paruh kedua tahun 2026, namun kata melandai di sini bermakna memperlambat laju kenaikannya, bukan berbalik menjadi turun harga. 

Sejumlah analis luar memang masih memprediksi bakal ada siklus penurunan harga memori secara konvensional apabila tren permintaan AI mulai mereda. 

Kendati demikian, sudut pandang tersebut kian terbantahkan oleh proyeksi dari para produsen perangkat yang memperkirakan harga tinggi ini akan terus bertahan hingga dekade berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index