JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menggarisbawahi krusialnya konektivitas udara yang kokoh di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung.
“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Widiyanti menyebutkan bahwa aspek konektivitas menjadi salah satu faktor penentu supaya Belitung dapat mendongkrak daya saingnya sebagai tujuan wisata tingkat global.
Adanya maskapai Scoot yang membuka rute Singapura menuju Belitung menjadi titik balik krusial dalam memperkokoh aksesibilitas internasional ke Belitung, terutama untuk area KEK Tanjung Kelayang.
Berdasarkan penjelasannya, jalur penerbangan langsung tersebut tidak sekadar membuka potensi lonjakan turis asing, namun juga mengokohkan status Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang unggul dalam sektor wisata bahari, geowisata, kebudayaan, kuliner khas, dan desa wisata berbasis komunitas.
Sementara itu, Daniel Alexander Napitupulu selaku Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, menjelaskan bahwa KEK Tanjung Kelayang yang akrab disebut Tanjung Kelayang Reserve terus memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata premium yang berfokus pada konservasi serta pembangunan rendah emisi karbon di Pulau Belitung.
Daniel memaparkan beberapa progres investasi paling baru di area yang memiliki luas 324,4 hektare tersebut. Para pebisnis di dalam wilayah tersebut terus meningkatkan portofolio investasi mereka dengan tetap memprioritaskan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
Salah satu proyek yang kini tengah berjalan yakni pembangunan resor berkonsep low density yang memakai bahan material lokal dari dalam kawasan, serta pengembangan sektor wisata minat khusus (special interest tourism).
Pada aspek fasilitas hiburan, KEK Tanjung Kelayang kini telah menyediakan lapangan pickleball yang memperoleh sambutan hangat dari para turis.
Merespons tingginya antusiasme tersebut, pihak pengelola memiliki rencana untuk menambah sarana olahraga berupa satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball, serta satu lapangan padel.
Area tersebut nantinya juga bakal menyediakan pusat kebugaran yang ditempatkan di desa dalam kawasan guna memberikan variasi pada pengalaman berwisata.
Pebisnis lain di lingkup KEK tersebut juga turut menaikkan nilai investasi pada bidang wisata bahari melalui penyediaan armada kapal demi memfasilitasi beragam aktivitas wisata.
Kapal-kapal tersebut tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi biasa, melainkan dikonsep untuk memperkaya pengalaman para pelancong, seperti lewat agenda makan malam di atas kapal serta paket sunset cruise.
Dari keseluruhan luas area KEK Tanjung Kelayang yang mencapai 324,4 hektar, hampir setengah dari wilayah tersebut diposisikan sebagai zona konservasi.
Proses pengelolaan wilayah konservasi ini dipandu oleh resident biologist dan disertai dengan agenda konservasi yang dilakukan secara berkala. Area ini juga menjadi rumah bagi bermacam-macam jenis keanekaragaman hayati, seperti trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, hingga elang laut.
Untuk aspek flora, wilayah tersebut menjadi habitat bagi tumbuhan endemik Hopea bilitonensis atau pohon pelepah, serta anggrek hantu (ghost orchid), ialah tipe anggrek langka tanpa klorofil yang bertahan hidup menumpang pada jamur. Tanjung Kelayang Reserve pun tercatat menjadi tempat tumbuh alami bagi jamur pelawan.
“Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ungkap Daniel.