Ibas Perjuangkan Program BSPS demi Hunian Layak di Pacitan

Ibas Perjuangkan Program BSPS demi Hunian Layak di Pacitan
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memastikan kehadiran negara melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Langkah ini diambil demi merealisasikan hunian yang layak sebagai dasar pembentukan keluarga yang sehat serta desa yang sejahtera.

Melalui pernyataan tertulis yang diperoleh di Jakarta, Senin, Ibas menjelaskan bahwa tempat tinggal ialah kebutuhan pokok bagi tiap-tiap keluarga. 

Menurut pandangannya, menyediakan tempat bernaung yang aman dan memenuhi standar kelayakan menjadi aspek krusial dalam mendongkrak taraf hidup warga sekalian memperkokoh kesejahteraan di tingkat keluarga.

“Rumah adalah tempat kita berteduh dan membangun kehidupan keluarga. Saya mendengar masih banyak rumah masyarakat yang membutuhkan perbaikan. Insya Allah setiap aspirasi yang kami terima akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak,” kata dia.

Ibas menambahkan bahwa pendirian tempat tinggal yang memenuhi syarat kelayakan tidak sekadar membenahi struktur fisik bangunan saja. Lebih dari itu, proses ini juga bertujuan membangun kedamaian di dalam keluarga sebagai pilar utama kehidupan bernegara.

Ia berpendapat bahwa menyediakan hunian yang pantas bermakna turut serta dalam membentuk keluarga yang rukun, warga yang tangguh, serta negara yang kian berkembang.

“Orang Jawa memiliki petuah yang sangat baik, rukun ing omah, tentrem ing urip: rukun di rumah, tenteram dalam hidup dan kulawarga ayem, negara tentrem: keluarga yang tenang, negara pun tenteram,” ucapnya.

Dirinya menegaskan bahwa ke depannya tidak boleh lagi dijumpai warga yang harus menempati hunian dengan kondisi atap yang bocor, sekat rumah yang rentan, ataupun bagian alas rumah yang belum memenuhi standar kelayakan.

“Kita ingin masyarakat hidup semakin layak. Tidak boleh lagi ada rumah dengan atap bocor, dinding yang masih rapuh, atau lantainya masih tanah. Mari kita bersama-sama menghadirkan rumah yang benar-benar layak untuk masyarakat,” katanya.

Ia memaparkan bahwa program yang mulanya sudah digulirkan sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut secara konsisten terus mendatangkan kegunaan nyata bagi warga yang memerlukan tempat tinggal layak. 

Dirinya pun menaruh harapan agar cakupan wilayah dari program ini dapat semakin diperluas.

Walaupun nominal dana stimulan dari BSPS tidak selalu melimpah, Ibas menilai fungsi dan efek positifnya tetap bernilai tinggi bagi tiap keluarga yang menerimanya. 

Ia menyatakan bahwa pencapaian positif dari program tersebut juga disokong oleh besarnya andil serta jiwa kebersamaan dari pihak aparatur desa beserta warga setempat yang bahu-membahu merampungkan renovasi hunian warga.

“Bantuan sebesar Rp20 juta mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya sangat besar untuk memperbaiki rumah warga menjadi lebih layak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan program ini hingga tuntas,” ujarnya.

Pada hari Sabtu (4/7), Ibas mendatangi langsung lokasi pengerjaan proyek BSPS yang terletak di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. 

Di samping melakukan peninjauan, ia juga menggelar agenda sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang mengusung tema Satu Rasa Satu Bangsa: Rumah Layak, Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index