Program Magang Nasional 2026 Buka Peluang Gaji Rp3,5-6 Juta

Program Magang Nasional 2026 Buka Peluang Gaji Rp3,5-6 Juta
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya

JAKARTA - Pemerintah kembali menggulirkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 dengan menawarkan kompensasi bulanan bagi para peserta di kisaran Rp3,5 juta sampai Rp6 juta. 

Besaran upah tersebut bakal disesuaikan dengan ketentuan upah minimum kabupaten/kota di lokasi kerja masing-masing peserta.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 sampai Rp6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat pembukaan Program Magang Nasional 2026 yang dikutip dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa program strategis ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo dan sudah berjalan sejak 2025 lewat koordinasi Kementerian Ketenagakerjaan. 

Agenda ini dirancang sebagai sarana percepatan bagi para lulusan pendidikan tinggi untuk menembus pasar kerja. Adapun target sasarannya mencakup lulusan sarjana, kelompok disabilitas, hingga peserta dari jalur profesi.

"Salah satu 'PR' pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Dalam skema PMN, para peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di berbagai perusahaan mitra. Guna mendongkrak keahlian praktis mereka, setiap peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari para pekerja senior atau mentor di tempat kerja.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kami dari difabel," kata Teddy.

Untuk periode 2026, kuota penerimaan peserta PMN melonjak menjadi 150 ribu orang, meningkat dari target tahun sebelumnya yang berjumlah 100 ribu orang. 

Seluruh peserta ini nantinya didistribusikan ke sekitar 8.800 perusahaan, baik di bawah naungan BUMN maupun sektor swasta di tanah air.

Menurut pemaparan Teddy Indra Wijaya, capaian PMN pada tahun pertama pelaksanaannya menorehkan catatan yang cukup baik. Dari total 100 ribu partisipan pada tahun 2025, ada sekitar 30 persen atau 30 ribu orang yang langsung diangkat sebagai karyawan permanen setelah masa magang usai. 

Di sisi lain, 30 persen peserta sisanya terpantau masih dalam proses menunggu konfirmasi perekrutan dalam waktu dua sampai tiga bulan berikutnya.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index