Musik dan Sport Tourism Jadi Pendongkrak Ekonomi Wisata Daerah

Musik dan Sport Tourism Jadi Pendongkrak Ekonomi Wisata Daerah
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata memandang bahwa pergelaran musik, ajang olahraga, serta aktivitas kreatif mampu memikat kunjungan wisatawan sekaligus memutar roda perekonomian di daerah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Minggu (21/6), mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roslani guna membicarakan peluang sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

Salah satu fokusnya adalah memperkuat sektor pariwisata lewat bermacam agenda berskala nasional dan dunia. Bidang ini meliputi pelaksanaan kompetisi olahraga, pertunjukan musik, dan industri kreatif yang dipandang punya potensi besar dalam membuka lapangan kerja, menjaring investasi, dan mendongkrak perputaran ekonomi nasional.

Merespons agenda tersebut, Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya di Jakarta, Kamis, menuturkan bahwa pelaksanaan aneka agenda seperti pertunjukan musik, kompetisi olahraga, dan aktivitas kreatif dapat menjadi daya tarik utama untuk mendatangkan pelancong.

"Tentu kegiatan itu bisa olahraga, bisa musik, bisa apa, itu adalah faktor penarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara," kata Nia.

Selama ini, Kementerian Pariwisata juga terus menggalakkan beragam kegiatan lewat program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang difungsikan sebagai salah satu alat promosi objek wisata di bermacam daerah.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata Mohammad Achir mengutarakan bahwa tren pariwisata musik (music tourism) kini kian populer dan menyimpan potensi masif untuk menopang sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menurut penjelasan Achir, sudah menggelar beberapa kali pertemuan dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) demi mengulas potensi pengembangan wisata yang berbasis pada pertunjukan musik di tanah air. 

Agenda tatap muka tersebut diadakan guna menjaring aspirasi dan masukan dari para pelaku industri mengenai peluang mendongkrak angka kunjungan wisata lewat pelaksanaan konser serta hiburan dalam skala besar.

Di samping pariwisata musik, Kementerian Pariwisata turut memacu pengembangan pariwisata olahraga (sport tourism) lewat bermacam kompetisi olahraga yang sanggup menjaring peserta maupun pelancong ke sebuah destinasi. 

Achir mencontohkan pelaksanaan agenda lari di wilayah Mandalika hingga Geopark Run Series yang dinilai sukses mendongkrak angka kunjungan sekaligus memutar perekonomian warga lokal.

"Secara konsep pariwisata masuk mendukung kunjungan terhadap geopark (taman bumi), tapi juga mengundang wisatawan yang menghidupkan ekonomi sekitar," ujar Achir.

Kementerian Pariwisata pun telah menjalin koordinasi dengan sederet kementerian serta lembaga terkait demi mematangkan aspek penunjang pelaksanaan konser global, termasuk perihal simplifikasi perizinan dan visa bagi musisi luar negeri. 

Upaya ini ditempuh demi memperkokoh daya saing Indonesia sebagai lokasi tujuan pelaksanaan agenda musik dan olahraga, baik di level nasional maupun internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index