Strategi CNAF Jaga Profitabilitas di Tengah Kenaikan Cost of Fund

Strategi CNAF Jaga Profitabilitas di Tengah Kenaikan Cost of Fund
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman. (Foto: NET)

JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) merasa optimistis bisa mempertahankan pertumbuhan bisnis serta profitabilitas sampai akhir 2026. Keyakinan ini tetap terjaga walaupun sektor multifinance sedang dibayangi tekanan kenaikan suku bunga acuan yang berisiko menaikkan biaya dana (cost of fund) sekaligus risiko pembiayaan bermasalah.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan, kenaikan suku bunga acuan serta kualitas pembiayaan menjadi tantangan yang tidak dapat dielakkan karena mampu memengaruhi biaya dana dan keperluan pencadangan kerugian nilai. 

Walau demikian, pihak CNAF menyatakan bahwa tantangan tersebut tetap bisa dikendalikan lewat implementasi manajemen risiko yang disiplin, fokus ke segmen pembiayaan yang bermutu, kecakapan beradaptasi pada dinamika pasar, dan diversifikasi sumber pendanaan.

“CNAF optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis dan profitabilitas hingga akhir tahun 2026,” ujar Ristiawan, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan penjelasannya, tekanan pada cost of fund dan risiko kredit macet memang berpotensi memengaruhi margin pembiayaan serta pertumbuhan profit. Meski begitu, CNAF memaparkan telah menyiapkan berbagai tindakan antisipasi demi menjaga struktur permodalan sekaligus kualitas pembiayaan agar tetap prima.

Ristiawan memaparkan bahwa taktik diversifikasi sumber pendanaan yang diterapkan perusahaan selama ini berhasil membuat cost of fund tetap terkontrol. Oleh sebab itu, CNAF bakal terus melangsungkan penyesuaian bisnis demi mengantisipasi bermacam tekanan yang hadir akibat pergeseran situasi ekonomi dan suku bunga.

“Dengan strategi yang dijalankan, tekanan terhadap margin dapat diminimalkan dan pertumbuhan laba tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Demi mempertahankan profitabilitas, CNAF pun bakal memperkokoh penyaluran pembiayaan secara lebih selektif dengan menitikberatkan pada segmen-segmen yang berkualitas. Di samping itu, korporasi memperketat manajemen risiko untuk memastikan portofolio pembiayaan tetap pruden.

Meninjau dari aspek bisnis, CNAF tercatat sudah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 3,19 triliun sampai dengan Mei 2026. Pihak perseroan pun optimistis performa pembiayaan bakal tetap kokoh hingga tutup tahun nanti, kendati industri sedang diperhadapkan pada tantangan lonjakan suku bunga dan potensi naiknya risiko kredit.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index