JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengabarkan bahwa pemerintah bersiap meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang berada di bawah pengelolaan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Agustus 2026 mendatang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat posisi koperasi dalam sektor energi baru dan terbarukan.
“Akhir Agustus kita akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya 0,5 megawatt di Kepulauan Riau, di Pulau Sembur Laut, Galang Baru, yang dikelola oleh koperasi," kata Ferry dalam acara Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Tidak hanya proyek PLTS, pemerintah kabarnya juga bakal meresmikan pabrik crude palm oil (CPO) besutan Koperasi Desa Merah Putih di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada bulan yang sama.
Agenda peresmian PLTS serta pabrik CPO ini dirancang sebagai langkah ekspansi unit usaha produktif milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ferry meyakini kehadiran berbagai lini usaha baru ini, yang didukung operasional 40 ribu KDKMP sepanjang tahun ini, bakal mendongkrak nilai aset sekaligus volume usaha koperasi secara nasional.
"Apalagi KDKMP menyalurkan barang-barang bersubsidi, kemudian partisipasi masyarakat untuk jadi anggotanya akan naik jauh, berlipat-lipat," kata Ferry.
Sebagai informasi, pengerjaan PLTS KDKMP di Pulau Sembur Laut ini diinisiasi oleh PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi sejak Desember 2025. Proyek ini mencatatkan sejarah sebagai PLTS berfondasi koperasi pertama yang ada di tanah air.
Merujuk data pemutakhiran dari Pertamina NRE per Juni 2026, kemajuan fisik proyek ini dilaporkan sudah menyentuh angka kisaran 80 persen. Pada fase perdana, PLTS dirancang membawa kapasitas daya 400 kilowatt peak (kWp) ditunjang sistem baterai penyimpanan sebesar 600 kilowatt hour (kWh).
Skala daya tersebut nantinya akan dinaikkan secara berkala hingga menyentuh kisaran 0,5 sampai 1 megawatt (MWp) dengan infrastruktur penyimpanan energi yang berkapasitas lebih besar.
Di samping menyuplai kebutuhan listrik ramah lingkungan, proyek ini turut ditunjang fasilitas cold storage bervolume 5 ton serta ice maker berdaya produksi 2 ton setiap harinya yang bakal dioperasikan KDKMP demi menyokong aktivitas ekonomi warga lokal.