695 Huntap Mandiri Sumbar Pakai Sepablock

Rabu, 15 Juli 2026 | 20:36:31 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memproyeksikan pembangunan sebanyak 695 unit hunian tetap (huntap) mandiri untuk masyarakat yang terdampak musibah banjir serta tanah longsor yang dipicu oleh Siklon Senyar di Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa alternatif huntap mandiri dipilih supaya tahapan rekonstruksi pascabencana bisa diselesaikan secara jauh lebih kilat ketimbang menggunakan metode komunal.

"Pilihan ini memungkinkan pembangunan huntap berjalan lebih cepat, karena lahan atau tanah relokasi telah tersedia, sehingga BNPB dapat segera melakukan pembangunan," ujarnya.

Abdul memaparkan bahwa konsep huntap mandiri memberikan kebebasan kepada warga terdampak untuk mengusulkan pendirian kembali hunian mereka yang mengalami kerusakan parah di atas lahan pribadi masing-masing (in situ).

Di sisi lain, lewat konsep huntap komunal, pemerintah daerah wajib menyediakan area lahan relokasi yang baru secara utuh sebelum pembangunan fisik dapat mulai dikerjakan oleh BNPB.

Merujuk pada data rekapitulasi hingga Senin (13/7), sasaran 695 unit di Sumatera Barat tersebut terbagi di Padang Pariaman sejumlah 457 unit, Tanah Datar 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Agam 29 unit, dan Pasaman Barat 28 unit.

Berikutnya, penempatan huntap mandiri ini juga menyasar daerah Pesisir Selatan sebanyak 15 unit, Kota Pariaman 8 unit, Pasaman 4 unit, serta Kota Padang Panjang 4 unit, ditambah adanya pengajuan anyar dari Pemerintah Kota Padang sejumlah 22 unit.

Tiap unit huntap mandiri tersebut nantinya didirikan memakai spesifikasi rumah tipe 36 yang ditunjang dengan fasilitas berupa dua kamar tidur, satu ruang keluarga, toilet, dan area dapur.

Dalam pengerjaannya di Sumatera Barat, BNPB berkolaborasi dengan PT Semen Padang demi memanfaatkan inovasi teknologi Sepablock, yang merupakan bahan bata saling mengunci (interlocking) dengan karakteristik tahan gempa, ramah lingkungan, serta efisien dalam perakitan.

Abdul menekankan bahwa kerja sama multisektor ini menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan konsep membangun kembali dengan lebih aman dan baik secara terstruktur serta berkesinambungan.

Terkini