Penumpang Naik Signifikan, KAI Optimis Kereta Cepat Segera Untung

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:15:01 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) merasa optimis bahwa performa Kereta Cepat Whoosh bakal terus meningkat. Usai memperoleh EBITDA yang positif pada tahun kedua masa operasinya, pihak manajemen kini menargetkan perolehan keuntungan bersih dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa arus kas operasional KCIC saat ini sudah berada di posisi positif. 

Di samping itu, pihak pemerintah bersama korporasi tengah menempuh proses restrukturisasi demi memperkokoh aspek finansial perusahaan.

"Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Pada tahun kedua operasional, EBITDA kami sudah positif,” kata Bobby Rasyidin saat berbincang dengan wartawan dalam perjalanan kereta wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026). 

“Artinya, arus kas operasional sudah menghasilkan uang. Sekarang bersama pemerintah kami sedang menjalankan restrukturisasi agar bukan hanya EBITDA yang positif, tetapi bottom line atau laba bersihnya juga bisa positif," lanjut dia.

Berdasarkan penuturan Bobby, volume penumpang Whoosh konsisten mengalami pertumbuhan sejak pertama kali diluncurkan. Pada hari kerja biasa, volume penumpang menyentuh angka berkisar 19.000 orang per hari. Jumlah ini melonjak hingga melewati 23.000 orang per hari ketika memasuki akhir pekan.

"Kalau dibandingkan dua tahun lalu, saat itu rata-rata penumpangnya masih sekitar tujuh ribu orang per hari,” kata dia. “Sekarang pada weekday sudah sekitar 19.000 dan weekend sudah di atas 23.000 penumpang. Permintaannya terus naik," lanjutnya.

Bobby berpendapat bahwa lonjakan volume penumpang ini membuktikan Whoosh makin diminati oleh publik sebagai pilihan transportasi antarkota. 

Pola pertumbuhan ini pun mempertegas prospek bisnis KCIC yang cerah untuk jangka panjang. Dirinya juga menyebutkan prestasi Whoosh di kancah global.

"Kalau melihat berbagai penilaian internasional, kereta cepat Indonesia sudah masuk lima besar dunia,” ungkap dia. “Ini menjadi kebanggaan karena banyak masyarakat dari negara lain datang ke Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman menggunakan Whoosh," ujarnya.

Kendati demikian, Bobby memberikan catatan bahwa penanaman modal di sektor perkeretaapian memerlukan durasi yang tidak sebentar sebelum mampu mendatangkan keuntungan.

"Investasi di sektor perkeretaapian berbeda dengan bisnis lain. Bukan hari ini investasi lalu besok langsung untung. Ini investasi jangka panjang yang manfaat ekonominya akan terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengguna," jelasnya.

Demi memperkuat fondasi keuangan KCIC, pihak pemerintah sedang menggulirkan program restrukturisasi yang meliputi penataan utang, pembenahan korporasi, serta manajemen aset. 

Menurut Bobby, Presiden pun sudah memberikan persetujuan terhadap kebijakan tersebut demi menjaga keberlanjutan proyek strategis nasional ini.

"Arahan Presiden sangat jelas. Restrukturisasi tidak hanya menyangkut utang, tetapi juga korporasi dan aset,” jelas Bobby. 

“Menurut saya, langkah ini merupakan solusi yang tepat agar kondisi keuangan KCIC semakin sehat dan perusahaan bisa segera menghasilkan keuntungan," katanya.

Bobby mengimbuhkan bahwa pembentukan komite khusus yang bertugas mengeksekusi penuntasan proyek kereta cepat bakal mempercepat akselerasi restrukturisasi tersebut.

"Penyelesaian proyek sebesar ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dengan koordinasi yang terintegrasi, saya optimistis KCIC akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi transportasi nasional maupun perekonomian Indonesia," tegasnya.

Terkini