Menaker Yassierli Sebut Transformasi Digital Momentum Siapkan SDM

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:20:02 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa transformasi digital, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (AI) serta dinamika industri, merupakan momentum tepat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif.

Saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis, Menaker berpendapat bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal supaya tenaga kerja Indonesia mempunyai keahlian yang relevan, sekaligus sanggup memenuhi tuntutan pasar kerja yang dinamis.

“Pesan saya yang pertama adalah perubahan teknologi saat ini banyak mengubah hal di industri, tapi sebenarnya bukan menghilangkan profesinya, melainkan menghilangkan cara bekerjanya,” kata Yassierli.

Ia memaparkan lebih lanjut bahwa persoalan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkisar pada penyediaan lapangan kerja baru. 

Pemerintah juga wajib menjamin bahwa angkatan kerja memiliki kompetensi yang sejalan dengan kemajuan teknologi agar dapat memenuhi keperluan dunia usaha serta dunia industri.

Dalam rangka mengatasi persoalan itu, ia menyebut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) konsisten mengoptimalkan pelatihan vokasi lewat program upskilling dan reskilling, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi warga untuk menikmati beragam layanan ketenagakerjaan.

“Saya bertanggung jawab mulai dari penyiapan angkatan kerja, mereka mencari kerja di industri, sampai kemudian mengantarkan mereka selesai bekerja. Itu adalah ekosistem yang harus kami bangun bersama,” ujar Yassierli.

Komitmen nyata ini diterapkan lewat platform SIAPkerja yang menyatukan fasilitas pelatihan, sertifikasi kompetensi, info lowongan pekerjaan, hingga program magang ke dalam sebuah ekosistem digital terpadu.

Bukan itu saja, Kemnaker pun melebarkan jangkauan Program Magang Nasional dengan mematok target 150 ribu peserta agar semakin banyak calon tenaga kerja yang mendapat pengalaman langsung sekaligus mengasah keahlian mereka.

Langkah tersebut, menurut Yassierli, sangat krusial mengingat kehadiran AI, transformasi digital, dan ekonomi hijau (green economy) terus mengubah peta kebutuhan tenaga kerja pada bermacam-macam sektor.

“Kondisi ini menuntut setiap pekerja untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tetap mampu bersaing,” katanya.

Pada sudut pandang lain, Yassierli berpendapat bahwa institusi perguruan tinggi harus bergerak lebih gesit dalam menyesuaikan kurikulum mereka dengan dinamika industri.

“Lulusan tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Menaker.

“Saat ini industri semakin mengutamakan keterampilan. Yang dinilai bukan hanya ijazah, tetapi apa yang benar-benar mampu dikerjakan oleh seseorang,” imbuhnya.

Maka dari itu, Menaker Yassierli mengimbau generasi muda agar mulai membangun rencana karier sejak dini sewaktu masih berada di bangku kuliah.

“Pengalaman magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, kegiatan organisasi, hingga portofolio dinilai menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Terkini