Prospek Positif, Kalbe Farma Siapkan Capex Rp1 Triliun di 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14:32 WIB
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menilai prospek bisnis pada tahun 2026 mendatang masih tetap positif walaupun kondisi global saat ini masih dipenuhi oleh beragam ketidakpastian.

Hari Nugroho selaku Head External & Stakeholders Relation Kalbe Farma memaparkan bahwa emiten farmasi ini masih belum menetapkan target performa keuangan untuk periode tahun ini akibat kondisi global yang dinilai masih fluktuatif tinggi.

“Namun sebelumnya, kami menargetkan pertumbuhan top dan bottom line sekitar 8%–10% sebelum adanya kondisi geopolitik atau perang yang terjadi," kata Hari,Senin (6/7/2026).

Terkait alokasi investasi, Kalbe Farma mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai kisaran Rp 1 triliun untuk tahun 2026. Dana bersangkutan bakal dialokasikan guna membiayai perawatan fasilitas produksi sekaligus menyokong agenda ekspansi bisnis perseroan.

Sepanjang tahun ini, Kalbe Farma juga mempunyai agenda memunculkan produk anyar pada kategori nutrisi. Langkah korporasi ini bakal difokuskan pada produk minuman siap saji atau ready-to-drink (RTD) demi menyesuaikan dinamika preferensi para konsumen.

“Kami menangkap ada perubahan preferensi konsumen, termasuk pergeseran ke arah RTD, serta melemahnya daya beli yang mendorong terjadinya downtrading pada produk susu bubuk," tutur Hari.

Di lain sisi, Kalbe Farma merespons positif langkah pemerintah yang terus memacu akselerasi industri farmasi domestik lewat program hilirisasi. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan langkah strategis internal yang tengah berjalan, salah satunya yakni optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Saat sekarang, perseroan terus berkomitmen mendongkrak porsi kandungan lokal serta memperkuat kapasitas domestik, seperti pada segmen Medical Devices beserta bahan baku obat, terkhusus produk obat yang berbasis biologi. 

Ditambah lagi, kapasitas lini produksi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan juga dinilai sudah sangat siap menyokong pertumbuhan industri farmasi di tanah air.

“Kami juga tetap terbuka terhadap berbagai peluang baru yang muncul, serta terus meningkatkan kapabilitas agar dapat memenuhi permintaan di masa mendatang secara efektif," jelasnya.

Walau potensi bisnis sektor industri ini dianggap tetap menjanjikan, Kalbe Farma tetap mencermati adanya sejumlah tantangan nyata yang mesti diselesaikan. 

Beberapa di antaranya meliputi aspek pemahaman para tenaga medis mengenai produk farmasi baru, serta tingginya angka ketergantungan sektor industri domestik terhadap pasokan bahan baku impor.

Menurut pandangannya, sokongan yang konsisten terutama menyangkut efisiensi regulasi dari pihak pemerintah amat krusial guna menjamin keberlangsungan pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

"Arah kebijakan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan. Kami secara berkelanjutan mengevaluasi berbagai peluang ekspansi, kemitraan, dan investasi, namun setiap keputusan akan tetap dilakukan secara hati-hati sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan," pungkasi Hari.

Berdasarkan laporan performa hingga kuartal I-2026, Kalbe Farma terpantau berhasil mencatatkan raihan penjualan neto sebesar Rp 9,67 triliun. Capaian ini menunjukkan kenaikan sebesar 10,12% jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,78 triliun. 

Di saat yang sama, raihan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat bergerak stagnan di level Rp 1,02 triliun, dari torehan laba bersih per kuartal I-2025 yang senilai Rp 1,07 triliun.

Terkini