Indosat dan Arsari Group Dirikan Entitas Serat Optik PT IFT

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:19:31 WIB
Indosat & Arsari Group Bentuk PT IFT untuk Konektivitas Terbuka [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) berkolaborasi dengan Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) guna memperkokoh fondasi infrastruktur digital nasional.

 Kedua belah pihak berkomitmen memperluas cakupan jaringan konektivitas lewat model akses terbuka (open-access) yang bersifat mandiri di bermacam kawasan Indonesia.

Sebagai entitas independen, IFT bakal mengoperasikan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik yang meliputi jaringan utama (backbone), sistem kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses.

 Melalui manajemen yang mandiri, IFT dipersiapkan untuk memperlebar kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi pesaing, sektor korporasi, hyperscaler, serta penyedia layanan digital demi memacu pemerataan konektivitas bermutu tinggi.

Momentum peluncuran ini sekaligus menandai tuntasnya transaksi strategis yang diawali lewat penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025 lalu. 

Dalam kesepakatan tersebut, Indosat bersama PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan porsi kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) selaku platform investasi di bawah payung Arsari Group. 

Pascarampungnya rangkaian transaksi ini, Indosat dan Lintasarta secara kolektif masih menguasai 49,9% saham di NFT. Lewat skema divestasi saham tersebut, Indosat dapat memonetisasi aset serat optiknya sekaligus mempertahankan kepemilikan strategis jangka panjang di platform tersebut.

Melalui aksi korporasi ini, Indosat Group berhasil mendapatkan pasokan dana bruto menyentuh kisaran Rp11,7 triliun. 

Seluruh dana segar tersebut bakal dikonsentrasikan untuk memperkuat pos investasi pada bisnis utama perusahaan, termasuk ekspansi konektivitas, akselerasi implementasi jaringan 5G, serta pengembangan ekosistem layanan digital yang siap mendukung era kecerdasan artifisial (AI).

Deputy CEO & COO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo memaparkan bahwa daya saing dari suatu bangsa baru dapat diwujudkan jikalau seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak dan kesempatan yang setara untuk berkembang. 

Jajaran pemimpin yang saat ini memegang mandat di IFT, menurut Aryo, mengemban tanggung jawab besar tersebut.

“Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan," ujar Aryo dikutip Jumat (3/7/2026).

(Catatan: Kutipan di atas ditulis persis sesuai teks asli karena tidak memuat kata ganti "beliau" ataupun kata "kita").

Sementara itu, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengutarakan bahwa visi utama perusahaan untuk memberdayakan masyarakat melalui instrumen teknologi tidak pernah bergeser. 

Kehadiran platform independen ini diproyeksikan mampu menyebarluaskan manfaat teknologi secara lebih merata dan inklusif.

Melalui penyediaan infrastruktur serat optik lewat wadah independen berbasis open access yang dikelola oleh para pakar di bidangnya, pihak perusahaan ingin memastikan faedah AI, cloud, serta layanan digital generasi masa depan dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh elemen masyarakat.

“Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," kata Vikram.

(Catatan: Kutipan di atas ditulis persis sesuai teks asli karena tidak memuat kata ganti "beliau" ataupun kata "kita").

Pada saat ini, akselerasi pemerataan akses internet berkapasitas tinggi masih menjadi tantangan pelik di Indonesia. Di tengah masifnya kucuran investasi di wilayah perkotaan, gap konektivitas masih membayangi wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan Indonesia Timur. 

Berbekal komposisi sebaran jaringan sebesar 45% di Pulau Jawa dan 55% di luar Pulau Jawa, IFT menempati posisi strategis untuk menyeimbangkan penetrasi pasar digital nasional.

Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi Hendry Syam mengimbuhkan bahwa tugas yang diamanatkan kepada IFT jauh lebih besar daripada sekadar melayani kawasan komersial yang sudah mapan.

"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," pungkas Hendry.

Terkini