Film Seni Merayu Tuhan Resmi Diluncurkan di Perpusnas RI

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:27:31 WIB
Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia dipilih sebagai tempat pelaksanaan peluncuran film "Seni Merayu Tuhan". Sinema layar lebar ini merupakan sebuah karya yang diangkat dari buku tulisan Husein Ja'far Al Hadar atau yang populer dengan nama Habib Ja'far.

Peristiwa ini dianggap sebagai sebuah momen "full circle" bagi perjalanan karya tersebut. Hal itu dikarenakan buku yang kini telah dialihwahanakan menjadi sebuah karya film, kembali diperkenalkan di tempat yang menjadi pusat kegiatan literasi.

"Momen hari ini menjadi 'full circle' karena film yang berangkat dari buku dan sekarang sudah menjadi film, 'presscon'-nya kembali ke sebuah tempat yang dekat dengan dunia literasi dan budaya membaca, yaitu di Perpusnas," ujar Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto saat memberikan sambutan di gedung perpustakaan yang berada di area Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Suharyanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terbangun antara pihak Perpusnas dengan tim produksi film "Seni Merayu Tuhan" dari rumah produksi Wahana Kreator, PK Films, beserta pihak terkait lainnya dalam penyelenggaraan acara ini.

Ia menerangkan bahwa Perpusnas yang memegang peran sebagai Rumah Peradaban, senantiasa membuka pintu lebar-lebar untuk memfasilitasi serta menjadi ruang ekspresi bagi hasil karya kreatif para generasi muda Indonesia.

Pada momen yang sama, Habib Ja'far menyerahkan 10 eksemplar buku "Seni Merayu Tuhan" secara simbolis guna menambah deretan koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional. Aksi penyerahan buku tersebut menjadi wujud penghargaan sekaligus sokongan nyata terhadap gerakan literasi yang konsisten dijalankan oleh Perpusnas RI.

Ketika menyampaikan kata sambutan, Ja'far menitipkan sebuah pesan yang sarat makna terkait inti sari dari buku yang ditulisnya. Ia menggarisbawahi bahwa interaksi spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta semestinya dibangun di atas landasan keindahan serta keikhlasan yang mendalam.

"Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, maka dekati Dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab amal kami bukanlah alat tukar untuk surga, melainkan hanya rahmat-Nya yang membawa kami ke surga," tutur dia.

Sederet nama aktor dan aktris ternama turut memeriahkan film ini, di antaranya Ari Irham, Rieke Diah Pitaloka, Lutesha, Teuku Ryzki Muhammad (Kiki Coboy Junior), hingga Onadio Leonardo.

Agenda peluncuran ini diharapkan dapat memantik gairah membaca pada masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana publikasi bagi film "Seni Merayu Tuhan" arahan sutradara Cesa David Luckmansyah yang dijadwalkan mulai mengudara di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026.

Sebagai informasi tambahan, Perpustakaan Nasional saat ini telah mengelola dan menyimpan lebih dari 3,6 juta koleksi dalam bentuk fisik serta sembilan juta koleksi dalam bentuk digital (buku elektronik) yang bisa dimanfaatkan oleh publik demi mendorong kokohnya peradaban bangsa.

Terkini