KAEF Targetkan Pertumbuhan Single Digit hingga Low Double Digit 2026

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:13:01 WIB
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memprediksi performa keuangan perusahaan akan semakin membaik sepanjang tahun 2026, meskipun harus menghadapi beragam tantangan di sektor industri farmasi serta fluktuasi ekonomi dunia. 

KAEF membidik pertumbuhan pendapatan pada rentang single digit sampai low double digit hingga penghujung tahun 2026. Di samping itu, perolehan laba bersih juga ditargetkan terus meningkat dari periode terdahulu.

Plt. Direktur Utama Kimia Farma, Hadi Kardoko, menyampaikan bahwa korporasi masih berjalan pada rute pemulihan kinerja yang stabil setelah sukses mencatatkan EBITDA positif pada tahun 2025.

“Perseroan berhasil membukukan EBITDA positif pada 2025 dan hingga kuartal I 2026 masih berada pada jalur yang sesuai dengan target," ujar Hadi, Rabu (1/7/2026).

Walau begitu, pihak manajemen tetap mewaspadai bermacam-macam faktor eksternal yang bisa memengaruhi operasional bisnis. Faktor-faktor tersebut meliputi situasi geopolitik dunia, ketidakpastian harga energi serta bahan baku, pengeluaran logistik, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Demi menopang pencapaian target itu, Kimia Farma bersama seluruh anak usahanya tengah menggulirkan program transformasi. Program ini tidak sekadar berfokus pada langkah efisiensi, tetapi juga pada penguatan sektor komersial, tata kelola proses bisnis, hingga lini manufaktur.

Terkait kebijakan investasi, KAEF menerapkan penyerapan belanja modal secara berhati-hati dan disiplin. Fokusnya diarahkan pada investasi yang berdampak langsung terhadap efisiensi operasional serta ekspansi bisnis utama. 

Alokasi capital expenditure (Capex) di tahun 2026 diutamakan untuk memenuhi kebutuhan wajib, seperti kepatuhan terhadap regulasi, perawatan dan pembaruan aset, peningkatan kualitas fasilitas serta layanan, hingga memperkuat infrastruktur operasional.

"Seluruh keputusan capex akan dilakukan dengan pendekatan yang sangat selektif, memastikan bahwa setiap investasi memiliki nilai tambah yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan bisnis Perseroan," ungkap Hadi.

Di kala pemerintah tengah menggalakkan hilirisasi di sektor kesehatan, Kimia Farma memandang bahwa penguatan industri farmasi domestik merupakan langkah yang krusial untuk memperkokoh ketahanan kesehatan nasional. 

Hal ini mencakup pemenuhan bahan baku obat, penciptaan produk baru, kapasitas produksi, serta jaminan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat.

Pihak manajemen juga menegaskan kesiapan kapasitas produksi dan kualitas sumber daya manusia demi menyokong percepatan program hilirisasi tersebut. 

Pada aspek produksi, perusahaan memaksimalkan fasilitas pabrik agar sejalan dengan permintaan pasar, prioritas produk strategis, serta regulasi mutu industri farmasi melalui efisiensi proses, penguatan quality assurance, dan kolaborasi internal di Kimia Farma Group.

Pada aspek SDM, peningkatan kapasitas dilakukan di bidang riset, produksi, quality, regulatory, supply chain, digitalisasi, hingga pembaruan produk. Langkah ini bertujuan agar tenaga kerja lebih responsif terhadap inovasi teknologi dan kebutuhan hilirisasi.

“Dengan kesiapan tersebut, Perseroan siap mendukung percepatan industri farmasi nasional yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Terkini