Sektor Perindustrian Melesat, IHSG Menguat 0,87% ke Level 5.744

Kamis, 02 Juli 2026 | 02:15:31 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini di zona hijau, melanjutkan tren kenaikan dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG mencatatkan apresiasi sebesar 0,87% atau mengalami penambahan sebesar 49,44 poin, sehingga parkir di level 5.744,55 pada akhir perdagangan Kamis (2/7/2026).

Laju penguatan IHSG hari ini disokong oleh sebagian besar indeks sektoral di BEI. 

Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan kenaikan mencapai 2,97%, diikuti oleh sektor transportasi yang tumbuh 2,22%, sektor barang baku menguat 2,16%, sektor barang konsumer non-primer naik 1,78%, serta sektor properti dan real estate yang terangkat 1,04%.

Selain itu, sektor teknologi turut mengalami peningkatan sebesar 0,81%, sektor keuangan naik 0,72%, sektor energi menguat 0,13%, dan sektor infrastruktur merangkak naik 0,03%. 

Di sisi lain, terdapat dua sektor yang bergerak melawan arah dan terkoreksi, yakni sektor kesehatan yang melemah sebesar 0,47% dan sektor barang konsumer primer yang merosot 0,32%.

Sepanjang perdagangan hari Kamis, volume transaksi saham di BEI menyentuh angka 20,30 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 10,90 triliun. Secara keseluruhan, pergerakan indeks ditopang oleh 395 saham yang bergerak menguat, sementara 219 saham mengalami penurunan, dan 169 saham lainnya bergerak stagnan.

Berikut adalah jajaran saham yang menjadi top gainers di indeks LQ45:

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 8,70% menjadi Rp 1.500 per saham

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terkerek 7,19% menjadi Rp 1.715 per saham

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terangkat 6,85% menjadi Rp 515 per saham

Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam daftar top losers di indeks LQ45 meliputi:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyusut 3,71% menjadi Rp 1.945 per saham

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terpangkas 2,61% menjadi Rp 745 per saham

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) melemah 1,89% menjadi Rp 3.110 per saham

Terkini