BACH Mulai Masa Penawaran IPO, Incar Dana Segar Ratusan Miliar

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:28:31 WIB
Siap Debut di BEI, Bach Multi Global Patok Harga IPO Rp442 Per Saham [FOTO: NET].

JAKARTA - Calon emiten yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan infrastruktur telekomunikasi, PT Bach Multi Global Tbk bersiap melakoni debut di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aksi penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). 

Calon emiten yang menyandang kode saham BACH ini memasuki masa penawaran umum perdana saham mulai 2 Juli sampai 6 Juli 2026.

BACH menetapkan harga IPO pada level Rp442 per lembar saham. Adapun emiten di sektor industrial ini menyodorkan paling banyak 615 juta lembar saham baru yang mencerminkan porsi 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya IPO.

Mengenai alokasi penggunaan dana IPO, BACH memproyeksikan penggunaan sekitar Rp91,02 miliar dari perolehan bersih setelah dipotong bermacam ongkos emisi untuk melunasi sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk terkait fasilitas pinjaman jangka pendek. 

Sisanya berkisar Rp213,48 miliar bakal dialokasikan sebagai modal kerja oleh BACH, yakni untuk kebutuhan pengadaan unit genset yang akan diperjualbelikan maupun disewakan.

Selanjutnya apabila meninjau rekam jejak keuangan, BACH membukukan perolehan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun sepanjang tahun 2025, terkerek naik 39,66% dari pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,24 triliun.

Manajemen BACH menguraikan, lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya pemasukan dari segmen lini bisnis penjualan dan penyewaan genset perusahaan. 

Di samping itu, perusahaan juga sukses meraup tambahan kontrak penyewaan baru yang menyumbang kontribusi penting bagi pendapatan dari lini sewa genset.

Guna mendongkrak mutu dan kontinuitas pendapatan, manajemen BACH mengimplementasikan strategi perluasan basis serta jaringan pelanggan, pembenahan mutu layanan, maksimalisasi utilisasi armada genset, hingga pengembangan divisi bisnis yang mengantongi margin keuntungan lebih tinggi.

Terkini