Cara MAPI Atasi Depresiasi Rupiah dan Target Toko Baru

Senin, 29 Juni 2026 | 23:21:31 WIB
PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). (Foto: NET)

JAKARTA – Perusahaan ritel Grup MAP, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), membeberkan beberapa strategi guna memproteksi keuntungan mereka agar tidak menyusut akibat penurunan nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, MAPI bertindak sebagai salah satu pelaku industri ritel yang mendatangkan banyak produk impor dari luar negeri.

Merujuk pada dokumen hasil paparan publik, pihak manajemen MAPI menerangkan bahwa operasional perseroan saat ini aktif mengimpor beragam merek internasional yang mekanismenya menggunakan mata uang dolar AS, poundsterling, hingga euro.

"Oleh karena itu, pelemahan nilai tukar rupiah tentu berdampak pada harga pokok penjualan kami," tulis manajemen MAPI lewat keterbukaan informasi, dikutip Senin (29/6/2026).

Walau begitu, perusahaan menegaskan salah satu langkah strategis demi mengamankan profitabilitas agar penurunan kurs rupiah tidak merusak performa keuangan adalah melalui tindakan lindung nilai atau hedging pada kisaran 30% dari total eksposur mata uang asing perusahaan.

Pihak manajemen MAPI mengungkapkan bahwa merosotnya nilai rupiah telah memicu lonjakan harga jual eceran pada komoditas produk tertentu. Kondisi tersebut membuat perusahaan terpaksa melimpahkan beban kenaikan biaya operasional itu kepada para pembeli.

Sementara itu, memasuki tahun 2026, MAPI mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp2 triliun. Saat ini pihak internal masih memonitor pergerakan situasi global agar bisa menyelaraskan nominal anggaran belanja modal tersebut sampai penghujung tahun.

Menghadapi paruh kedua tahun 2026, MAPI lazimnya melakukan ekspansi gerai secara lebih masif. Manajemen MAPI menyatakan bahwa kecenderungan penambahan jaringan toko baru yang terfokus pada triwulan pamungkas di setiap tahunnya dipastikan masih akan terus berjalan.

"Pada kuartal I, kami telah membuka lebih dari 200 toko. Secara keseluruhan, kami menargetkan pembukaan sekitar 550–600 toko baru sepanjang tahun ini," tulis manajemen MAPI.

Menilik laporan keuangan hingga periode Maret 2026, Mitra Adiperkasa sukses memproduksi pendapatan bersih senilai Rp12,29 triliun, atau meroket sebesar 32,03% bila dikomparasikan dengan raihan Rp9,31 triliun pada fase yang sama di tahun lalu.

Selaras dengan performa itu, perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertengger di angka Rp628,03 miliar, atau mengalami apresiasi sebesar 32,98% dari kedudukan sebelumnya yang berada di angka Rp472,26 miliar.

Manajemen menilai hasil memuaskan di kuartal I/2026 ini ikut dipengaruhi oleh angka pembanding yang cenderung lebih rendah pada tahun sebelumnya. 

Di samping itu, peluncuran portofolio produk anyar layaknya iPhone 16 serta melonjaknya andil dari sektor digital berikut pemulihan kinerja pada lini usaha makanan dan minuman menjadi faktor pendorong yang utama.

Terkini