Rian Ardianto Gandeng Daniel Edgar, Debut di Taipei Open 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:22:31 WIB
Pemain ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemain ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto kembali bertukar pasangan usai diproyeksikan bermain dengan pemain muda Daniel Edgar Marvino untuk beberapa kompetisi mendatang.

Pelatih ganda putra pelatnas PBSI Antonius Budi Ariantho menyebutkan bahwa duet Rian/Daniel Edgar direncanakan memulai penampilan perdana mereka di ajang BWF World Tour Super 300 Taipei Open 2026 yang digelar dari 28 Juli sampai 2 Agustus.

"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar tapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," kata Antonius dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

"Dengan pengalaman, jam terbang dan skill yang dimiliki Rian, saya harap Rian bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian," ujar pelatih yang akrab disapa Anton itu.

Perombakan tandem ini menjadi pilihan anyar yang diputuskan oleh tim pelatih lantaran performa Rian sewaktu bersama Rahmat Hidayat dinilai belum memperlihatkan progres yang berarti pada sejumlah kompetisi belakangan ini.

Sebelum diduetkan dengan Daniel Edgar, Rian sempat bermain bersama Rahmat selepas sebelumnya berpasangan dengan Fajar Alfian. Di sisi lain, Daniel Edgar sendiri tadinya bermain bersama Taufik Aderya.

"Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan tapi di beberapa turnamen hasilnya kurang baik, jadi saya mencoba opsi lain," kata Anton.

Anton menjelaskan bahwa langkah menyatukan Rian dan Daniel Edgar pun merupakan bagian dari strategi mengombinasikan pemain senior dan junior supaya akselerasi regenerasi dapat berputar lebih cepat di panggung kompetisi global.

Berdasarkan penuturannya, jam terbang Rian di kasta tertinggi diharapkan mampu menyokong Daniel Edgar menyesuaikan diri dengan tensi laga yang lebih berat, khususnya pada faktor interaksi, ketenangan, serta eksekusi taktik di arena.

"Kombinasi senior dan junior ini tujuannya memang lebih kepada mematangkan pemain-pemain muda untuk siap melangkah ke level yang lebih tinggi tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa bersaing di level atas," kata Anton.

Terkini