Nilai Transaksi QRIS Tap Tumbuh Positif Capai Rp 6,29 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03:01 WIB
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta. (Foto: NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pemanfaatan QRIS Tap terus mengalami kenaikan sejak pertama kali diperkenalkan. Sampai dengan Mei 2026, total volume penggunaan QRIS Tap sudah menyentuh angka 634.498 transaksi, dengan akumulasi nilai nominal sebesar Rp 6,29 miliar.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta memaparkan, secara bulanan (month to month/mtm) volume transaksi QRIS Tap pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 3,1%. Sementara itu, untuk nilai nominal transaksinya juga terangkat hingga 5,1% mtm.

"QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring perluasan implementasi dan meningkatnya adopsi pembayaran digital berbasis contactless," ujar Filianingsih, Kamis (25/6/2026).

Dia menilai bahwa prospek ekspansi QRIS Tap ke depan masih sangat terbuka lebar. Kendati demikian, masih ada sejumlah hambatan yang mesti diselesaikan demi mempercepat pemanfaatan layanan digital ini.

Filianingsih menguraikan, hambatan utama yang dihadapi berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang masih cenderung nyaman memakai metode pembayaran lewat pemindaian QR code ataupun kartu elektronik biasa. 

Di samping itu, tingkat kesiapan sarana penunjang serta mesin pembaca pembayaran (acceptance) di lapangan juga masih perlu dioptimalkan secara masif.

"Perlu peningkatan awareness pengguna untuk mendorong transisi perilaku dari pembayaran berbasis scan atau kartu uang elektronik ke NFC, serta kesiapan infrastruktur dan perangkat acceptance," katanya.

Sejauh ini, penerapan teknologi QRIS Tap sudah merambah ke area transportasi publik serta sektor ritel. Pada lini transportasi, sistem pembayaran ini telah mendukung metode tap in-tap out maupun sekali ketuk (single tap).

Filianingsih membeberkan bahwa QRIS Tap kini sudah diimplementasikan di 25 provinsi pada lima moda transportasi utama di kawasan Jabodetabek, yaitu KRL, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek. Tidak hanya itu, fasilitas ini pun telah diaplikasikan pada 28 jaringan transportasi publik di berbagai daerah lainnya.

Untuk area non-transportasi, QRIS Tap sudah terintegrasi dan dapat digunakan pada hampir seluruh jaringan ritel yang memakai mesin EDC maupun soundbox, mencakup restoran, hotel, rumah sakit, area parkir, hingga beragam tempat belanja lainnya.

"Saat ini terdapat lebih dari 3,2 juta merchant ritel yang telah dapat menerima pembayaran menggunakan QRIS Tap," ungkap Filianingsih.

Pihak BI memproyeksikan bahwa tren pemakaian QRIS Tap akan bergerak naik secara konsisten sampai penghujung tahun ini. Tren positif tersebut didorong oleh penambahan jumlah mitra merchant, perluasan jangkauan transportasi, serta inovasi skenario penggunaan baru. 

Beberapa bentuk layanan yang kini sedang dimatangkan prosesnya meliputi sistem pembayaran parkir, penarikan retribusi daerah, hingga beragam fasilitas publik yang memerlukan transaksi cepat serta akurat.

"Bank Indonesia bersama industri terus memperluas akseptasi dan meningkatkan pengalaman pengguna QRIS Tap untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut," ujarnya.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis dalam mengejar target QRIS secara nasional pada tahun 2026, yakni merealisasikan 17 miliar transaksi, menggandeng 45 juta merchant, menjaring 60 juta pengguna, serta mematangkan perluasan implementasi QRIS antarnegara di delapan negara.

Di sisi lain, untuk saat ini pemanfaatan QRIS Tap memang belum dapat diakses oleh para pengguna gawai iPhone. 

Filianingsih menjabarkan bahwa kondisi ini terjadi lantaran adanya kebijakan internal dari Apple yang mengunci akses fitur Near Field Communication (NFC) untuk kebutuhan transaksi finansial, di mana fitur tersebut hanya diperuntukkan bagi layanan Apple Pay mereka sendiri.

Kondisi tersebut diperumit dengan status Apple Pay yang hingga kini belum beroperasi di Indonesia karena belum mendaftarkan diri sebagai penyedia jasa pembayaran (PJP), serta belum menjalin kemitraan resmi dengan PJP lokal yang mengantongi izin dari BI.

Walau begitu, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menyatakan tetap aktif menjalin komunikasi dengan pihak Apple. Hal ini dilakukan agar ke depannya penggunaan QRIS Tap dapat dinikmati lintas platform, termasuk pada ekosistem iOS.

"Bank Indonesia dan ASPI terus membuka komunikasi kepada pihak Apple guna memperluas implementasi QRIS Tap di seluruh platform termasuk Apple iOS," tutup Filianingsih.

Terkini