Pasar Otomotif Indonesia Berpotensi Tembus 2 Juta Unit

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:36:31 WIB
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya. (Foto: NET)

JAKARTA - Pasar otomotif Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan elektrifikasi, mulai dari mobil listrik murni (BEV), hybrid, hingga plug-in hybrid (PHEV). 

Pelaku industri menekankan bahwa kehadiran teknologi baru ini diharapkan tidak hanya menggeser pangsa pasar yang sudah ada, namun juga mampu memperluas jangkauan pasar secara keseluruhan.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, menyatakan bahwa industri otomotif tanah air masih memiliki ruang luas untuk berkembang. 

"Kalau saya melihatnya begini, pasar atau segmen otomotif di Indonesia masih punya ruang untuk berkembang," ujar Dhani.

Menurut data statistik, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Oleh karena itu, Dhani mengajak semua pihak untuk optimis bahwa pasar otomotif dapat tumbuh melampaui angka 1 juta unit menuju 2 juta unit per tahun. 

"Artinya, kami harus optimistis bahwa pasar otomotif Indonesia masih bisa tumbuh. Jangan terjebak di angka 1 juta unit, tetapi harus bisa berkembang menjadi 2 juta unit," ucapnya.

Menurutnya, kehadiran pemain baru harus mampu menjadi katalisator pertumbuhan pasar, bukan sekadar saling berebut konsumen yang ada. Langkah ini diharapkan memberikan keuntungan bagi konsumen melalui harga yang lebih kompetitif, teknologi yang lebih canggih, serta layanan yang lebih baik. 

"Apakah kehadiran pemain baru bisa menjadi salah satu jalannya? Jadi bukan hanya menggantikan pasar yang sudah ada, tetapi juga membuat pasar secara keseluruhan tumbuh," kata Dhani. 

"Karena pada akhirnya konsumen akan mendapat keuntungan. Mobil akan semakin kompetitif dari sisi harga, teknologinya semakin baik, pelayanannya juga semakin bagus, dan sebagainya," tambahnya.

Dhani menambahkan bahwa peran pemerintah sangat krusial, terutama dalam melihat keberhasilan negara maju yang memiliki rasio kepemilikan mobil jauh lebih tinggi. 

"Bahkan di Asia saja kami masih tertinggal dari Thailand, dan juga Malaysia. Kalau Singapura tentu tidak bisa dijadikan perbandingan karena kondisi wilayahnya terbatas," jelasnya.

Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada banyaknya manufaktur atau distributor yang masuk, tetapi juga mendorong kebijakan yang merangsang pertumbuhan pasar baru, seperti dukungan bagi kendaraan hybrid. 

"Padahal seharusnya ada upaya untuk mendorong pertumbuhan pasar, misalnya melalui kebijakan seperti kendaraan hybrid dan dukungan lain, sehingga pasar otomotif Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi," ungkap Dhani. 

"Kalau sekarang ada di kisaran 1,1 juta sampai 1,2 juta unit, seharusnya masih terbuka peluang untuk naik menjadi 1,5 juta unit,” tegasnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat tren elektrifikasi terus menguat. Selama periode Januari–Mei 2026, total penjualan kendaraan elektrifikasi telah mencapai 93.839 unit. 

Mobil listrik murni menjadi kontributor utama dengan 57.087 unit, tumbuh sekitar 80 persen. Segmen hybrid mencatatkan penjualan 34.151 unit atau naik 49,7 persen secara tahunan, sementara PHEV mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan kenaikan lebih dari empat kali lipat menjadi 2.097 unit.

Terkini