Cegah Dampak Negatif Dunia Maya, Benyamin Davnie Perkuat Literasi

Senin, 22 Juni 2026 | 21:17:32 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. (Foto: NET)

JAKARTA – Pesatnya kemajuan teknologi digital serta media sosial memberikan beragam keuntungan bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi, sarana edukasi, hingga layanan publik. 

Namun, seiring dengan manfaat tersebut, ruang digital juga memunculkan berbagai risiko, khususnya bagi kelompok yang rentan seperti perempuan dan anak. 

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan urgensi penguatan literasi digital sebagai langkah perlindungan bagi perempuan dan anak terhadap ancaman berbasis teknologi.

Menurutnya, salah satu langkah efektif guna meminimalkan pengaruh buruk dunia maya adalah melalui peningkatan pengawasan dan komunikasi dalam keluarga. Benyamin menekankan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital. 

“Pendampingan orangtua sangat diperlukan agar anak dapat memahami mana informasi yang baik dan mana yang harus dihindari,” katanya, Senin (22/6/2026).

Benyamin menambahkan, peran keluarga sangat krusial dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Orangtua diharapkan tidak sekadar memberikan akses terhadap teknologi, tetapi juga turut mendampingi serta mengawasi penggunaannya agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif. 

Di samping keluarga, lingkungan pendidikan juga memiliki fungsi strategis dalam membangun budaya digital yang sehat melalui penanaman etika digital, keamanan siber, serta penggunaan teknologi secara produktif bagi siswa.

Benyamin menegaskan bahwa upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di ruang digital memerlukan kolaborasi lintas pihak. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak mampu bergerak sendiri tanpa sinergi dari masyarakat, institusi pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas. 

“Dengan literasi digital yang kuat, kami tidak hanya melindungi mereka dari berbagai ancaman, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” tutur Benyamin.

Ia berharap kesadaran publik mengenai pentingnya literasi digital terus meningkat seiring perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Dengan demikian, perempuan dan anak dapat tumbuh dalam lingkungan digital yang aman serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Tangerang Selatan.

Lebih jauh, Benyamin menyoroti bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan nyata seperti perundungan siber, penyebaran informasi palsu, eksploitasi, hingga tindak kejahatan berbasis teknologi. Kelompok perempuan dan anak menjadi perhatian khusus karena kerentanan mereka. 

“Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi. Karena itu, kami perlu memastikan perempuan dan anak memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kecakapan menggunakan perangkat. Literasi digital mencakup kemampuan memahami informasi, melindungi data pribadi, mengenali ancaman, serta menjaga etika berinteraksi. 

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong program edukasi yang melibatkan keluarga, sekolah, dan pemangku kepentingan guna mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Terkini