Strategi Jasindo Genjot Premi Asuransi Kendaraan di Sisa Tahun 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:28:01 WIB
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memproyeksikan potensi bisnis asuransi kendaraan bermotor tetap menjanjikan hingga pengujung 2026, selaras dengan tren kenaikan industri otomotif tanah air. 

Optimisme tersebut didukung catatan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), yang melaporkan pendapatan premi sektor ini menyentuh Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026 atau naik 2,9% secara tahunan, menjadikannya kontributor terbesar kedua bagi industri asuransi umum dengan pangsa pasar 17,3%.

Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menilai kenaikan volume penjualan kendaraan beserta mobilitas ekonomi menjadi katalis utama bagi kebutuhan perlindungan aset bagi masyarakat maupun korporasi. 

“Kami melihat peluang pertumbuhan asuransi kendaraan masih cukup terbuka hingga akhir tahun. Hal ini didukung oleh tren positif industri otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada tahun ini,” ujar Brellian, Kamis (18/6/2026).

Meskipun secara keseluruhan permintaan proteksi tetap stabil, Brellian mengakui bahwa capaian premi asuransi kendaraan Jasindo per April 2026 masih belum melampaui angka periode serupa di tahun lalu. 

Merujuk laporan keuangan per Maret 2026, total premi bruto perseroan tercatat senilai Rp 630,76 miliar, menyusut dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 729,56 miliar.

"Kami melihat adanya peluang perbaikan pada sisa tahun ini seiring pertumbuhan pasar otomotif, peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan, serta upaya perusahaan dalam memperkuat penetrasi pasar dan memperluas kerja sama bisnis," tuturnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, meningkat 1,7% dari periode tahun sebelumnya yang berjumlah 205.539 unit. 

Brellian menambahkan, kinerja asuransi kendaraan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tren penjualan unit baru, ekspansi kredit otomotif, daya beli konsumen, persaingan tarif pasar, hingga preferensi nasabah.

Di sisi lain, meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya mitigasi risiko aset menjadi sentimen positif bagi industri. Guna menjaga momentum kinerja, Jasindo terus mempererat sinergi dengan mitra perbankan, perusahaan pembiayaan, serta jaringan dealer, sembari mengoptimalkan kanal digital untuk mempercepat layanan serta aksesibilitas nasabah.

Terkini