Kemdiktisaintek-Baznas Sinergi Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:11:31 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tengah mengupayakan potensi kerja sama untuk memperluas akses pendidikan tinggi lewat berbagai program beasiswa, riset, serta pemberdayaan masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, memberikan apresiasi terhadap komitmen Baznas dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.

Kerja sama ini ditargetkan mampu menciptakan sinergi yang selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terutama untuk menggenjot angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT) melalui beragam program pembiayaan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek mengusulkan penyediaan beasiswa parsial bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang belum masuk dalam kriteria penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Skema ini dirancang agar semakin banyak mahasiswa yang tetap mampu melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pihaknya. Pada tahun ini, Baznas mengarahkan kebijakan program pendidikan agar lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat ketimbang bantuan yang bersifat konsumtif.

"Komitmen kami sangat tinggi untuk pendidikan, dan dalam daftar prioritas kami, kami menyatakan akan melaksanakan distribusi dan pemberdayaan yang adil, proporsional, dan berdampak. Kami sangat mendukung dan ingin mengalokasikan dana yang optimal untuk masa depan Indonesia," ujar Sodik.

Selanjutnya, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, memaparkan rencana program beasiswa jenjang magister bagi mahasiswa asal Palestina untuk menempuh studi di Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," ucap Idy.

Kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang kolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat, beasiswa dalam negeri, serta riset.

Opsi keterlibatan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mendukung program Baznas di berbagai daerah, seperti pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat, turut dibahas. 

Selain itu, kedua pihak menjajaki kerja sama riset berbasis kampus guna memperkuat efektivitas program pemberdayaan yang dijalankan Baznas.

Terkini