25 Ribu Pemandu Wisata Nasional Resmi Miliki Sertifikasi Kompetensi

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:28:32 WIB
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa sebanyak 25.344 pemandu wisata di seluruh Indonesia telah mengantongi sertifikasi kompetensi guna menjalankan profesinya di berbagai destinasi wisata.

"Jumlah pemandu wisata yang memiliki sertifikasi kompetensi kini telah mencapai lebih dari 25.000 orang secara nasional. Artinya semakin banyak sumber daya manusia pemandu wisata yang memiliki kompetensi yang diakui sesuai standar nasional sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan dan keselamatan berwisata," ujar Widiyanti saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini memprioritaskan aspek keamanan serta keselamatan bagi para pelancong. 

Berdasarkan data, jumlah operasi SAR pada 2025 tercatat mengalami kenaikan menjadi 229 kasus dibandingkan 2024 yang berjumlah 181 kasus. Sementara itu, hingga periode 14 Juni 2026, operasi SAR telah menangani 111 kasus.

Terkait jumlah korban, angka tersebut pun meningkat dari 311 orang pada 2024 menjadi 384 orang di 2025. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sudah ada 139 orang terdampak. 

Mengingat tren tersebut, Kemenpar menjadikan keselamatan berwisata sebagai program unggulan yang digalakkan secara masif.

"Aspek keselamatan pariwisata harus terus didorong dengan visi mencapai zero accident dan membangun 100 persen kepercayaan terhadap pariwisata Indonesia," ungkap Widiyanti.

Sebagai langkah konkret, Kemenpar melakukan intervensi melalui peningkatan kompetensi SDM sektor pariwisata. 

Sepanjang 2026, fokus pelatihan dan sertifikasi diarahkan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggandeng berbagai asosiasi serta masyarakat.

Tercatat 10 Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) telah digelar di lima wilayah dengan target 700 peserta, serta 23 sertifikasi kompetensi di 20 lokasi yang menyasar 1.150 peserta. Cakupan program tahun ini diklaim lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kegiatan ini mencakup pemandu wisata gunung, hiking, keselamatan wisata tirta, arung jeram, snorkeling, buah, ekowisata, bahkan juga memancing. Pelaksanaan diprioritaskan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi," tuturnya.

Terkini