Kemarau Panjang, Sharp Targetkan Penjualan 500 Ribu Unit AC

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:21:01 WIB
Sharp Electronics Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - Tren penjualan air conditioner (AC) mengalami peningkatan seiring datangnya musim kemarau di Indonesia. Dengan puncak musim panas yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, permintaan perangkat pendingin udara diperkirakan terus menunjukkan kenaikan.

Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengungkapkan bahwa tren kenaikan penjualan AC telah terasa sejak April 2026. Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, penjualan AC Sharp mencatatkan pertumbuhan sekitar 8% hingga 10%.

"Tren penjualan mulai naik dari April 2026 sampai sekarang. Kenaikan sekitar 8 sampai 10%," ujar Andry Adi Utomo, Rabu (17/6/2026).

Momentum musim panas ini mendorong Sharp menetapkan target penjualan AC sebanyak 500.000 unit selama periode April hingga September 2026. Perusahaan memproyeksikan penjualan bulanan akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

"Target penjualan April sampai September Sharp : 500.000 unit. Dan saat puncak (Agustus) sekitar 100.000 per bulan," kata Andry.

Menurut Andry, lonjakan permintaan diprediksi semakin kuat pada Agustus karena periode tersebut bertepatan dengan cuaca ekstrem dan potensi dampak fenomena El Nino, yang membuat kebutuhan masyarakat terhadap pendingin ruangan meningkat.

Di sisi lain, harga AC juga turut terkerek. Andry menjelaskan bahwa penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah serta melonjaknya harga komponen utama, khususnya tembaga, menjadi pemicu utama penyesuaian harga.

"Kenaikan harga lebih karena USD menguat dan komponen tembaga yang naik. Naik sekitar 10%," kata Andry.

Kenaikan biaya produksi tersebut menyebabkan harga jual AC di pasar mengalami penyesuaian sekitar 10%. Optimisme senada datang dari Gabungan Industri Elektronika dan Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel). 

Sekretaris Jenderal Gabel, Daniel Suhardiman, memproyeksikan penjualan AC nasional selama Juli hingga Agustus 2026 akan tumbuh 10% hingga 20% dibanding bulan sebelumnya.

Terkini