JAKARTA - Thomas Tuchel telah menyepakati perpanjangan kontrak untuk menakhodai Timnas Inggris hingga Euro 2028. Kendati demikian, ikatan kerja baru ini tidak sepenuhnya bebas dari syarat.
Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Mark Bullingham, membeberkan bahwa dalam kesepakatan terbaru tersebut tetap disisipkan klausul khusus terkait performa tim.
Masa bakti Thomas Tuchel sebenarnya dijadwalkan selesai selepas Piala Dunia 2026. Namun, FA bersama juru taktik asal Jerman tersebut telah mencapai kesepakatan baru di awal tahun ini guna menambah durasi kerja hingga Euro 2028 berakhir.
Saat pertama kali diangkat menjadi pelatih Inggris pada 2024, Tuchel dibebani target besar, yakni mengantarkan The Three Lions merengkuh trofi juara Piala Dunia.
Tatkala ditanyai mengenai langkah proteksi FA andai pencapaian Inggris di Piala Dunia meleset dari ekspektasi, Bullingham membenarkan adanya persyaratan tertentu di dalam kontrak sang arsitek tim.
"Ada klausul kinerja di setiap kontrak di FA, tetapi saya tidak akan membahas detailnya," kata Bullingham, dilansir dari BBC, Selasa (16/6/2026).
Bullingham enggan memaparkan secara mendetail poin-poin dalam klausul itu. Walau begitu, ia mengisyaratkan bahwa kontrak Tuchel tetap menyediakan ruang evaluasi yang mengacu pada capaian tim.
Saat disinggung mengenai potensi adanya klausul pemutusan kemitraan, Bullingham memberikan respons pendek.
"Kami dapat mengikatnya pada kontrak."
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa masa depan Tuchel di kursi kepelatihan Inggris tetap bertumpu pada hasil akhir yang diraih pada Piala Dunia 2026.
Inggris sendiri bakal memulai kiprah mereka dalam turnamen akbar tersebut dengan meladeni kekuatan Kroasia. Laga pembuka tersebut dijadwalkan bergulir di Arlington, Texas, pada Rabu waktu setempat.
Langkah memperbarui kontrak Tuchel sebelum bergulirnya Piala Dunia sempat memicu kritik dari berbagai kalangan. Beberapa pihak menyayangkan keputusan FA lantaran target utama sang pelatih belum teruji lewat hasil nyata di turnamen.
Kendati menuai pro dan kontra, Bullingham menegaskan bahwa FA memegang alasan kuat untuk tetap memercayai mantan peracik strategi Chelsea dan Bayern Muenchen tersebut.
"Kenyataannya adalah dia adalah manajer tingkat atas yang akan banyak diminati dan kami tahu kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan yang sangat baik dan kami tidak bisa hanya mengharapkan seseorang untuk menunggu dan membiarkannya saja dan melihat bagaimana hasilnya."
"Itu bukan kenyataan hidup dalam profesi apa pun."
"Kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik, kami pikir kami bisa memperpanjang kontraknya selama dua tahun lagi - ini adalah turnamen kandang (Euro 2028) di mana tekanannya bahkan lebih besar dan kami memiliki seorang manajer yang sudah berpengalaman dan telah membuktikannya," terang Bullingham.
Melalui keberadaan klausul performa tersebut, sepak terjang Inggris di Piala Dunia 2026 bakal menjadi instrumen krusial dalam menentukan kelanjutan masa kerja Tuchel sampai Euro 2028.
Sesuai jadwal, Inggris akan melakoni laga perdana di Piala Dunia 2026 kontra Kroasia pada 18 Juni 2026 pukul 03.00 WIB mendatang.