JAKARTA - berolahraga rutin dan mempertahankan asupan gizi seimbang adalah dasar kesehatan yang utama. Meski demikian, banyak orang terkadang merasa terbebani secara psikologis saat harus mengubah gaya hidup secara drastis, terutama bagi mereka yang baru memulai transisi kebiasaan sehat.
Bagi individu dengan mobilitas tinggi, proses pemulihan fisik secara alami sering kali membutuhkan waktu yang lama.
Di sinilah inovasi teknologi medis modern berperan untuk mempercepat durasi pemulihan dan mengatasi kendala pasien dalam menerapkan diet ketat dengan cara mengoptimalkan fungsi organ vital secara lebih efisien. Berikut adalah ragam teknologi pendukung pemulihan tubuh:
Terapi suhu ekstrem Metode pemulihan melalui perpindahan suhu ekstrem kini kian populer di kalangan atlet dan masyarakat umum. Dokter Febby Astari, IFMCP, dari Seraphim Medical Center, menjelaskan mengenai wholebody cryochamber dalam acara Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).
Fasilitas ini menggunakan suhu dingin mulai dari minus 60 derajat Celcius hingga minus 110 derajat Celcius yang berdampak signifikan bagi metabolisme.
"Suhu dingin ini dia akan membantu untuk muscle recovery, penyembuhan otot setelah olahraga, sendi-sendi juga," jelas dr. Dwi Kristanto Wongso, M.Biomed (AAM) atau yang akrab disapa dr. Kris, dari Seraphim Medical Center, saat ditemui di festival tersebut.
Dokter Kris menambahkan, paparan suhu dingin ekstrem membuat sel peradangan dalam tubuh menjadi tidak aktif. Hasilnya, pasien merasa lebih bugar dan rileks karena terapi ini memengaruhi hormon kortisol serta meningkatkan kualitas tidur.
Selain itu, aktivitas olahraga setelah terapi diklaim terasa lebih berenergi. Fase pendinginan ini diseimbangkan dengan proses pemanasan di ruang sauna khusus untuk merangsang pelebaran pembuluh darah.
"Di bagian tengah (ruang sauna) ini tuh ada epsom salt-nya. Sehingga pada saat si chamber itu jadi panas, detoksnya jadi lebih optimal," papar dr. Febby.
Pembersihan usus demi kelancaran metabolisme Membersihkan residu makanan di saluran pencernaan adalah langkah penting untuk melancarkan metabolisme. Prosedur colon hydrotherapy disarankan bagi pasien pasca-operasi maupun mereka yang mengalami sembelit menahun.
"Dia akan menggunakan air yang nanti akan dimasukkan secara enema," ucap dr. Kris.
Proses ini dilakukan secara tertutup di ruangan privat, sehingga kotoran langsung dikeluarkan tanpa membuat pasien merasa tidak nyaman.
"Semuanya langsung ditanam ke tanah, jadi enggak akan ada yang jorok, atau bau, atau anything, yang enggak nyaman," sebut dr. Febby.
Menjaga fokus lewat stimulasi otak Pencegahan penurunan fungsi kognitif kini bisa dilakukan melalui gelombang elektromagnetik dengan alat bernama Transcranial Pulse Stimulation (TPS). Perangkat ini merangsang sinyal elektrik saraf di kepala, khususnya untuk sel otak yang berkurang seiring bertambahnya usia.
Dokter Kris menuturkan bahwa bagi kaum muda, alat ini bermanfaat meningkatkan fokus, terutama saat menghadapi pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi.
Stimulasi ini membantu mengembalikan performa kognitif agar pikiran lebih tajam dalam memproses informasi dan mengambil keputusan. Alat ini juga tengah menunggu persetujuan untuk penanganan pasien neurodivergen. Namun, dr. Kris menekankan bahwa penggunaan pada pasien anak tidak boleh dilakukan sembarangan.
"Dengan ADHD atau autistic spectrum itu memang sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak," imbau dr. Kris.