JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan bahwa para peserta layang-layang dari 13 negara, termasuk Indonesia, sudah bersiap untuk menyemarakkan festival layang-layang yang bakal digelar di Tepas Papandayan, sebuah kawasan pegunungan di Kecamatan Cisurupan, Garut.
"Kemarin (Senin, 15/6), yang sudah terdaftar 13 negara," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Selasa (16/6/2026).
Beni menuturkan bahwa ajang Garut International Kite Festival ini tidak cuma diikuti oleh para peserta dari luar negeri, melainkan juga dimeriahkan oleh peserta dari berbagai wilayah domestik, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Selatan.
Ia merinci bahwa para peserta layang-layang luar negeri yang bakal datang mendampingi peserta dari Indonesia berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia.
Pemerintah Kabupaten Garut, menurut Beni, tentu siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival layang-layang ini karena berpotensi memikat kedatangan banyak pelancong ke wilayah Garut.
"Terpilihnya Garut ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelayang internasional," katanya.
Beni mengutarakan, jika biasanya acara serupa kerap dilaksanakan di kawasan pesisir pantai, kali ini di Garut perhelatan tersebut justru akan diadakan di wilayah pegunungan yang menawarkan keunikan tersendiri.
Guna mendukung destinasi festival itu, pihak terkait akan mematangkan kesiapan infrastrukturnya, terutama pembenahan akses jalan yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan, pungkasnya.
"Ini kami menunggu penyelesaian infrastruktur jalan," ujar Beni.
Acara ini dijadwalkan bakal bergulir selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, bertempat di Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan yang berada di area kaki Gunung Papandayan.