SOLA Targetkan Pendapatan Rp412,57 Miliar di 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:25:31 WIB
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA). (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten produsen sekaligus kontraktor aspal modifikasi, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), tengah berupaya memperkuat performa keuangan sepanjang tahun 2026. 

Direktur Utama SOLA, Mochamad Bhadaiwi, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan capaian pendapatan sebesar Rp 412,57 miliar, dengan proyeksi laba periode berjalan mencapai Rp 52,74 miliar pada akhir tahun 2026.

Tren pertumbuhan positif telah ditunjukkan SOLA sejak awal tahun. Sepanjang kuartal I-2026, pendapatan perseroan melesat 403,75% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 75,26 miliar, sementara laba bersih melonjak drastis sebesar 10.830% menjadi Rp 10,93 miliar.

Pencapaian target tersebut akan ditopang oleh sejumlah proyek strategis. Salah satu yang terbesar adalah kontrak peningkatan jalan hauling batubara milik PT Servo Lintas Raya sepanjang 36 km. 

"Proyek jalan hauling tersebut merupakan kontrak terbesar yang didapat perusahaan saat ini," ujar Bhadaiwi dalam paparan publik, Senin (15/6/2026). 

Selain itu, perseroan sedang menggarap jalan hauling 10 km milik PT Royaltama Mulia Konstruksi serta menyediakan pasokan aspal emulsi bagi PT Pertamina Hulu Rokan dengan kontrak tiga tahun yang memberikan jaminan pendapatan berulang.

Optimisme manajemen didorong oleh komitmen pemerintah dalam alokasi anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan nasional maupun tol. Selain sektor publik, permintaan aspal juga datang dari industri pertambangan dan kawasan logistik yang membutuhkan solusi perkerasan efisien.

Mengenai belanja modal (capex), hingga kuartal I-2026, SOLA telah menyerap dana sekitar Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar, mayoritas untuk pengadaan alat berat. 

"Kebutuhan investasi pada alat berat menjadi prioritas, karena proyek-proyek konstruksi yang diperoleh kami memerlukan kapasitas operasional yang lebih besar dari sebelumnya," tambah Bhadaiwi.

Di sisi lain, SOLA mulai merambah diversifikasi bisnis melalui pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) bekerja sama dengan APOLPO-USA. Fokusnya menyasar industri semen dan PLTU. 

Selain itu, perusahaan tengah menjajaki peluang sebagai kontraktor EPC untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai target 2026 SOLA cukup ambisius namun rasional berkat dukungan proyek strategis. 

"Aspal modifikasi menjadi keunggulan kompetitif yang dimiliki SOLA, karena karakteristiknya yang terbuat dari material khusus untuk meningkatkan ketahanan jalan," ungkap Nafan, Senin (15/6). 

Meski demikian, ia mengingatkan agar perusahaan tetap mewaspadai risiko volatilitas bahan baku dan ketergantungan pada kebijakan infrastruktur pemerintah.

Terkini