Danantara Konsolidasi Data 1.000 BUMN untuk Laporan Keuangan

Selasa, 16 Juni 2026 | 18:27:32 WIB
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: NET)

JAKARTA – Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memaparkan penyebab instansinya masih belum mengumumkan laporan keuangan kepada publik. 

Ia menyebutkan bahwa tahapan penyusunan laporan keuangan tersebut masih berjalan lantaran Danantara sedang menyatukan data finansial dari seribu lebih badan usaha milik negara (BUMN).

Rosan menyampaikan bahwa aktivitas konsolidasi ini memerlukan durasi yang tidak sebentar karena besarnya total entitas yang kini dikelola oleh Danantara. Di samping itu, mengacu pada regulasi yang ada, korporasi non-terbuka (non-Tbk) mempunyai tenggat waktu pengumpulan laporan keuangan sampai pertengahan Juni.

"Kami juga sebenarnya sudah menyerahkan datanya ke BPK yang akan mengaudit kami," kata Rosan di Kantor Kepresidenan, Senin (15/6/2026).

Walaupun laporan keuangan belum disiarkan kepada umum, Rosan memastikan bahwa Danantara senantiasa memprioritaskan transparansi kepada para calon investor serta mitra strategis. 

Menurut dia, para investor tetap diberikan keleluasaan untuk memeriksa data finansial, menghitung, sekaligus membedah keadaan korporasi lewat laporan yang tersedia, walau masih mengantre proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Rosan menganggap sikap terbuka ini memperoleh tanggapan yang baik dari para pemodal. Kejelasan informasi dianggap sebagai aspek krusial demi menumbuhkan rasa percaya terhadap Danantara yang kini memegang kendali atas aset serta investasi BUMN. 

Bukan hanya menyajikan data keuangan, Danantara pun berupaya membeberkan secara gamblang terkait situasi ekonomi dan iklim bisnis yang berdampak pada operasional perusahaan.

"Kami kasih tahu apa adanya dan mereka juga bisa mengikuti semua perkembangan yang ada di sini," ujar Rosan.

Penjelasan itu sekalian mempertegas bahwa prioritas utama Danantara sekarang ialah menyelesaikan konsolidasi laporan keuangan kelompok BUMN serta tahapan audit, sembari merawat keyakinan investor lewat keterbukaan informasi kepada calon rekanan strategis.

Terkini