Di Tengah Kontraksi Industri, Pembiayaan Investasi BRI Finance Melesat

Senin, 15 Juni 2026 | 22:36:32 WIB
BRI Finance. (Foto: NET)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan investasi di sektor industri mengalami kontraksi sebesar 2,05% hingga periode April 2026. 

Menanggapi situasi tersebut, Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa para pelaku usaha saat ini lebih memilih untuk memfokuskan sumber daya pada penguatan operasional serta menjaga kelangsungan bisnis mereka alih-alih mengambil langkah ekspansi yang agresif.

"Fokus pelaku usaha saat ini cenderung diarahkan pada penguatan operasional dan menjaga keberlangsungan bisnis, sehingga kebutuhan pembiayaan modal kerja relatif masih terjaga," ujarnya, Senin (15/6/26).

Aditia menambahkan bahwa kondisi ini bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi serta tingkat optimisme pelaku usaha di masa depan. 

Meskipun tren industri sedang mengalami kontraksi, kinerja pembiayaan investasi di BRI Finance justru mencatatkan pertumbuhan yang positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan akan pembiayaan produktif guna mendukung pengembangan bisnis di perusahaan tersebut masih sangat kuat.

Hingga Mei 2026, penyaluran pembiayaan investasi BRI Finance tercatat meningkat 47,30% secara tahunan (year on year/YoY). Aditia menjelaskan bahwa angka pertumbuhan ini membuktikan masih tingginya kebutuhan pembiayaan produktif dari para pelaku usaha, meskipun mereka tetap bersikap selektif dalam mengambil keputusan investasi.

Menjelang akhir tahun, BRI Finance memproyeksikan permintaan pembiayaan produktif akan terus meningkat. Meski demikian, perusahaan memperkirakan pelaku usaha kemungkinan akan tetap berhati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis. 

Oleh karena itu, BRI Finance berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan yang berkualitas dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, mempererat sinergi di dalam ekosistem BRI Group, serta memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki prospek cerah dan ketahanan yang mumpuni.

Selain itu, perusahaan akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan produktif melalui penyesuaian profil risiko, menjaga kualitas aset, serta memastikan struktur pendanaan tetap sehat demi mendukung keberlangsungan pertumbuhan bisnis ke depan.

Terkini