Strategi Pemerintah Kuatkan Rupiah, DPR Ajak Warga Lepas Dolar AS

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14:32 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: NET)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendorong masyarakat yang memegang mata uang dolar AS untuk segera menukarkannya ke rupiah demi mendukung penguatan nilai tukar mata uang nasional.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah telah merancang berbagai strategi guna memulihkan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran dolar AS segera sebelum nilainya mengalami penurunan di masa depan.

"Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian," ujar Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, penguatan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah. Hal ini memberikan dampak positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah.

"Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat," tambahnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada Kamis pagi mencatatkan penguatan tiga poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.941 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS, setelah sempat menyentuh angka di atas Rp18.000.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa penguatan rupiah terjadi seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia.

“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM (bahan bakar minyak) Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” tuturny, Kamis (11/6/2026).

Perkembangan tersebut dinilai memperkuat ekspektasi bahwa defisit fiskal akan lebih terkendali, sehingga memberikan dukungan positif bagi nilai tukar rupiah maupun pasar obligasi domestik.

Terkini